Sabtu, 07 Juni 2014

Saudagar Jujur



Di Kuffah ada seorang kuli yang sangat terkenal. Orang-orang sangat mempercayainya. Karena sifatnya yang jujur dan terpercaya, maka para pedagang banyak menitipkan barangnya atau uangnya kepadanya. Pada suatu ketika dalam
perjalanan, ia bertemu dengan seorang laki-laki. Laki-laki tersebut bertanya , “engkau mau kemana ?” jawab kuli itu, “Saya mau ketempat fulan” Sahut laki-laki itu, “saya pun akan kesana” saya dapat berjalan kaki bersama engkau, atau bagaimana jika saya menumpang keledaimu dengan bayaran sedinar?” kuli itu pun menyetujuinya.Ketika sampai disuatu persimpangan jalan, penumpang tadi berkata, “Jalan manakah yang engkau lalui ?” jawab kuli itu, “Jalan besar yang
umum inilah !” sahut penumpang tadi “ Jalan yang satunya ini lebih dekat dan mudah untuk makanan binatang karena banyak sekali rerumputan di sana.” Tapi saya belum pernah melewati jalan ini.” Kata penumpang saya sering melawatinya.” “Baiklah kalau begitu” ,kuli itu menjawab. Mereka pun melewati jalan tersebut. Beberapa lama kemudian, mereka sampai disebuah hutan yang menakutkan yang didalamnya banyak berserakan bangkai manusia. Tiba-tiba penumpang tadi melompat dari keledai dan langsung mengeluarkan pedang dari balik punggungnya dengan niat akan membunuh si kuli tadi. “Jangan begitu,” teriak si kuli.” Ambillah keledai beserta barang-barangnya,tetapi jangan bunuh saya,” Si penumpang tidak memperdulikan tawaran tersebut, karena ia bersumpah akan membunuh kuli itu, kemudian ia  akan mengambil keledai serta barang-barangnya. Kuli itu merasa khawatir karena si penumpang itu sedikitpun tidak mau menurut. Akhirnya kuli berkata,” Baiklah, izinkanlah saya shalat dua rakaat untuk yang terakhir kalinya.” Sambil tertawa penumpang itu mengabulkan keinginan si kuli dan berkata, “Silakan, cepatlah shalat! Mereka yang telah mati ini juga telah meminta hal yang sama, tapi shalat mereka ternyata tidak menolong sedikit pun.” Kuli itu segera shalat, tetapi setelah  membaca Al-Fatihah, ternyata tidak satu surat pun yang di ingatnya. Sedangkan orang zhalim itu  menunggu sambil terus berteriak,” “Cepat selesaikan shalatmu !” tanpa sengaja terbacaoleh lidah si Kuli ayat yang berbunyi :
   أَمَّن يُجِيبُ الْمُضْطَرَّ إِذَا دَعَاهُ وَيَكْشِفُ السُّوءَ وَيَجْعَلُكُمْ خُلَفَاءَ الْأَرْضِ ۗ
أَإِلَـٰهٌ مَّعَ اللَّهِ ۚ
 قَلِيلًا مَّا تَذَكَّرُونَ
 'Amman Yujību Al-Muđţarra 'Idhā Da`āhu Wa Yakshifu As-Sū'a Wa Yaj`alukum Khulafā'a Al-'Arđi 'A'ilahun Ma`a Allāhi Qalīlāan Mā Tadhakkarūna (An-   Naml :62)


   Yang artinya : “atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam    
    kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya dan yang menghilangkan kesulitan”  
    (An-   Naml :62)

Si kuli membaca ayat ini sambil menangis.
Tiba-tiba muncullah seorang penunggang kuda
Bertopi gemerlap dari besi. Lalu ditikamnya
Si halim tadi sehingga matilah dia. Dan di tempat
si zhalim itu mati, keluarlah nyala api. Kuli itu segera
bersujud syukur ke hadirat Allah swt.. Lalu ia lari
ke penunggang kuda tadi dan bertanya, “Siapakah engkau
dan bagaimanakah engkau datang ?” Jawabnya, “Saya adalah
hamba dari ayat yang engkau baca tadi. Sekarang engkau
aman dan dapat pergi kemanapun sesukamu. “Setelah berkata
demikian, orang tersebut menghilang. “

Tidak ada komentar:

Posting Komentar