Kamis, 12 Juni 2014

Al Fatihah (Pembukaan)







سْمِ اللَّهِ الرَّحْمَـٰنِ الرَّحِيمِ ﴿١﴾                                                
 الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ
الْعَالَمِينَ ﴿٢﴾ الرَّحْمَـٰنِ الرَّحِيمِ ﴿٣﴾ مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ ﴿٤﴾ إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ ﴿٥﴾ اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ ﴿٦﴾ صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ ﴿٧﴾



 Al Fatihah (Pembukaan)
Bismillahir  rahmanir  rahim
1.    Saya memulai  dengan menyebut nama Allah. Tiap-tiap pekerjaan yang baik itu hendaknya dimulai dengan menyebut nama Allah, sepereti makan minum, menyembeli binatang untuk di makan dan sbgnya. Allah ialah nama zat yang maha suci, yang berhak disembah dengan sebenar-benarnya. Yang tidak membutuhkan makhlukNya, tetapi makhluk yang membutuhkanNya. Ar Rahman (maha pemurah); salah satu dari nama Allah, yang memberi pengertian, bahwa Allah melimpahkan karuniahNya kepada makhlukNya, sedangkan Ar Rahim (maha penyayang) memberi pengertian bahwa Allah senantiasa bersifat rahmat yang menyebabkan Allah selalu melimpahkan rahmatNya kepada maklukNya.
2.    Alhamdu (segala puji) memuji orang adalah karena perbuatannya yang baik yang dikerjakan karena kamauannya sendiri. Maka memuji Allah berarti menyanjung-Nya  karena perbuatanNya yang baik. Lain halnya dengan syukur yang berearti; mengakui keutamaan seseorang terhadap ni’mat yang diberikannya. Kita menghadapkan segala puji kepada Allah ialah karena Allah adalah sumber dari segala kabaikan yang patut di puji.
3.    Rabb (Tuhan) berarti; Tuhan yang di ta’ati yang memiliki, mendidik, dan memelihara. Alamin (semesta alam); semua yang diciptakan Tuhan yang terdiri dari berbagai jenis dan macam, seperti alam manusia, alam hewan, alam tumbuh-tumbuhan, benda-benda mati dan sebagainya. Allah pencipta alam-alam itu.
4.   Malik (yang menguasai), dengan memanjangkan “mim” ia berarti pemilik (yang empunya)
5.    Yaumiddin (hari pembalasan); yang berarti  hari yang diwaktu itu masing-masing manusia menerima pembalasan amalnya yang baik maupun yang buruk
6.    Na’budu diambil dari kata “ibadat” kepatuhan dan ketaatan manusia yang ditimbulkan oleh perasaan tentang kebesaran Allah, sebagai Tuhan yang disembah, karena berkeyakinan bahwa Allah mempunyai kekuasaan yang mutlak trhadapnya.
7.    Nasta’in (minta pertolongan) dimbil dari kata isti’anah; mengharapkan bantuan untuk dapat menyelesaikan sesuatu pekerjaan yang tidak sanggup diselesaikan dengan tenaga sendiri.
8.    Ihdina (tunjukilah kami), diambil dari kata hidayat; memberei petunjuk ke suatu jalan yang benar. Yang dimaksud dengan ayat ini  bukan sekedar memberi hidayah saja, tetapi juga memberi  taufik.
9.    Yang dimaksud dengan mereka  yang dimurkai dan mereka yang sesat  ialah semua golongan yang menyimpang dari ajaran Islam.








Tidak ada komentar:

Posting Komentar