Jumat, 25 April 2014

KEHIDUPAN SETELAH ALAM INI


KEHIDUPAN SETELAH ALAM INI


           Semua manusia berkeinginan untuk menyingkap rahasia-rahasia kehidupan yang selalu menghantuinya. diantara yang paling manusia pikirkan dan takutkan  adalah hal bagaimanakah ruh lepas dari ikatan dari penjara  badan?  yang diyakini oleh para pemeluk agama, Apakah yang dialami manusia ketika hendak mati? Apakah yang dilihat oleh manusia yang sedang mengalami sakaratul-maut?
           Kita dapat menjawab persoalan diatas dengan dua metode, metode pertama melalui perkataan para Imam suci. metode ini adalah metode yang paling digemari pengikut para Imam Suci, metode ini, merupakan jalan yang paling dipercayai untuk menyampaikan kepada manusia hal  kebenaran. Metode yang  yang kedua adalah melalui arwah orang yang telah mati, karena banyak orang yang telah mati yang masih dapat berhubungan dengan manusia yang masih hidup, sehingga, kita dapat secara langsung menanyakan pengalamannya.
           Dalam tulisan ini, kita  hanya memakai  metode yang kedua. Marilah  kita dengarkan sekarang, ucapan sejumlah orang-orang yang telah mati, namun kembali ke dunia  atau mereka memberikan ilham pada kita dari alam sana.

Kembali ke Dunia
            Ada kawan kami yang telah mati, namun kembali lagi ke dunia. Selama bertahun-tahun ia sempat lagi hidup bersama kami. Ia mencerita kan  saat sakaratul-mautnya pada kami, demikian : 
Bertahun-tahun lamanya saya bersimpuh dihadapan guru akhlak, menimba ilmu dan tarekat. Dan alhamdulillah berkat bimbingannya, saya berhasil  mencabut rasa kecintaan dunia pada diri  saya.  Dimata saya dunia tidak lebih dari sebuah penjara. Dunialah yang sering membuat kekasih Allah sedih, oleh karenanya dunia tidaklah begitu bernilai di sisi kekasih Tuhan.
           Suatu hari jantung saya tak berdetak dengan normal, sulit rasanya bernafas. Tiba-tiba dengan jelas saya lihat dua malaikat sedang datang menemui saya, bagaikan burung merpati  yang turun ke bumi dengan gepak sayapnya. Kemudian malaikat itu menarik leher belakangku dan persis seperti orang yang membuka baju, mereka mengeluarkan ruhku dari badan, dan selama beberapa menit akau diletakkan di sisi badanku.
Berkat latihan dan pengekangan hasrat-hasratku, bagaikan saat itu, adalah hari yang sangat menggembirakan. Karena jiwaku telah kosong dari  hubbud-dunya, ruhku telah lepas dari sekian tahun mendekam di penjara badan. di saat itu, mataku melihat sebuah kebun yang tak terhingga luasnya, dipenuhi dengan aneka bunga dan burung-burung yang sedang berkicau menambah suasana menjadi indah. Belum pernah aku melihat badanku yang tergeletak, badanku mulai dingin. Sebaliknya Aku lihat pula dokter yang menanganiku memberikan alat Bantu pernafasan, berusaha sekuat dayanya untuk mengembalikan jiwaku.
          Saat itu aku teringat masa kecilku. Disaat aku masih kecil, aku memiliki burung gelatik, yang amat kucintai. di satu saat, burung itu hengkang dari sangkarnya, persis seperti apa yang dilakukan dokter itu, aku berupaya untuk mengembalikannya kesangkarnya, dengan meletakkan air dan beberapa biji jagung, siapa tahu, karena lapar ia mau kembali ke sangkarnya,  namun ia tetap terbang jauh dan tak mau kembali lagi. Begitu pula ruhku tak mau lagi kembali ke badan.
           Namun  kedua malaikat itu menghampiriku, saat itu aku sudah berlenang-lenang dengan bidadari di tengah-tengah kebun bunga, yang di pinggirnya mengalir air bersih. Dengan rendah hati malaikat itu berkata denganku,” karena doa sejumlah kawanmu, terutama istrimu yang amat mencintaimu, anda harus hidup lagi di dunia selama beberapa tahun.”
Keadaan perasaanku  saat itu lebih buruk dari keadaan orang yang dilepaskan dari penjara, kemudian diberikan padanya kedudukan tinggi, dan setelah itu tiba-tiba dipecat dan harus kembali ke penjara dimana ia pernah huni sebelumnya.
            Dengan terpaksa, aku harus kembali ke ikatan badanku. Tanpa bisa berbicara dan menolak, aku kembali ke badanku meskipun sebetulnya seluruh jiwaku tak setuju, karenanya aku menangis sekuat tenagaku.
Sejumlah kawanku, dan terutama istriku amat gembira, setelah aku dilihatnya kembali hidup lagi.  Namun sebaliknya, aku benci sekali pada mereka, juga pada istriku, karena merekalah yang menyebabkan aku kembali lagi ke dunia ini, yang bagiku tak lebih dari penjara. Mereka yang memisahkanku dari semua kenikmatan dan kebebasan yang aku rasakan di dunia itu. Merekalah yang memenjarakanku lagi. Mereka yang mengembalikanku pada kepenatan dunia ini. Semenjak hari itu, pekerjaanku adalah menghitung hari, kapankah aku dapat kembali ke sana, dan kapankah kedua malaikat itu menjemputku, sehingga aku dapat kembali ke alam kenikmatan dan kebebasan.
           Tak ada yang aku lakukan semenjak itu, kecuali perbuatan-perbuatan yang dapat menjadi bekalku di alam sana, dan menjadi keridhoan Tuhanku. Tali hubungan dengan selain Allah telah putus sejak itu.
           Demikian kisah cerita ini, yang kami sadur dari buku yang ditulis oleh Sayid Hasan Abthhiy, yang berjudul Rahasia Alam Arwah dan kami sendiri tak tahu kebenaran kisah cerita ini,  apakah cerita ini benar atau tidak, yang jelas cerita ini dapat menghibur kita semua yang meyakini bahwa ada kehidupan setelah  mati, dan ada alam lain selain dunia ini, dan juga agar kita tidak terlalu takut dengan rahasia Tuhan akan kematian namun pasti akan datangnya. 
Wassalam.





www. b@sir.com


Tidak ada komentar:

Posting Komentar