KEHIDUPAN SETELAH ALAM INI
Semua
manusia berkeinginan untuk menyingkap rahasia-rahasia kehidupan yang selalu
menghantuinya. diantara yang paling manusia pikirkan dan takutkan adalah hal bagaimanakah ruh lepas dari ikatan
dari penjara badan? yang diyakini oleh para pemeluk agama, Apakah
yang dialami manusia ketika hendak mati? Apakah yang dilihat oleh manusia yang
sedang mengalami sakaratul-maut?
Kita dapat
menjawab persoalan diatas dengan dua metode, metode pertama melalui perkataan
para Imam suci. metode ini adalah metode yang paling digemari pengikut para
Imam Suci, metode ini, merupakan jalan yang paling dipercayai untuk
menyampaikan kepada manusia hal
kebenaran. Metode yang yang kedua
adalah melalui arwah orang yang telah mati, karena banyak orang yang telah mati
yang masih dapat berhubungan dengan manusia yang masih hidup, sehingga, kita
dapat secara langsung menanyakan pengalamannya.
Dalam
tulisan ini, kita hanya memakai metode yang kedua. Marilah kita dengarkan sekarang, ucapan sejumlah
orang-orang yang telah mati, namun kembali ke dunia atau mereka memberikan ilham pada kita dari
alam sana.
Kembali ke Dunia
Ada
kawan kami yang telah mati, namun kembali lagi ke dunia. Selama bertahun-tahun
ia sempat lagi hidup bersama kami. Ia mencerita kan saat sakaratul-mautnya pada kami, demikian
:
Bertahun-tahun lamanya saya bersimpuh dihadapan guru
akhlak, menimba ilmu dan tarekat. Dan alhamdulillah berkat bimbingannya, saya
berhasil mencabut rasa kecintaan dunia
pada diri saya. Dimata saya dunia tidak lebih dari sebuah
penjara. Dunialah yang sering membuat kekasih Allah sedih, oleh karenanya dunia
tidaklah begitu bernilai di sisi kekasih Tuhan.
Suatu hari
jantung saya tak berdetak dengan normal, sulit rasanya bernafas. Tiba-tiba
dengan jelas saya lihat dua malaikat sedang datang menemui saya, bagaikan
burung merpati yang turun ke bumi dengan
gepak sayapnya. Kemudian malaikat itu menarik leher belakangku dan persis
seperti orang yang membuka baju, mereka mengeluarkan ruhku dari badan, dan
selama beberapa menit akau diletakkan di sisi badanku.
Berkat latihan dan pengekangan hasrat-hasratku, bagaikan
saat itu, adalah hari yang sangat menggembirakan. Karena jiwaku telah kosong
dari hubbud-dunya, ruhku telah lepas dari sekian tahun
mendekam di penjara badan. di saat itu, mataku melihat sebuah kebun yang tak
terhingga luasnya, dipenuhi dengan aneka bunga dan burung-burung yang sedang
berkicau menambah suasana menjadi indah. Belum pernah aku melihat badanku yang
tergeletak, badanku mulai dingin. Sebaliknya Aku lihat pula dokter yang
menanganiku memberikan alat Bantu pernafasan, berusaha sekuat dayanya untuk
mengembalikan jiwaku.
Saat itu
aku teringat masa kecilku. Disaat aku masih kecil, aku memiliki burung gelatik,
yang amat kucintai. di satu saat, burung itu hengkang dari sangkarnya, persis
seperti apa yang dilakukan dokter itu, aku berupaya untuk mengembalikannya
kesangkarnya, dengan meletakkan air dan beberapa biji jagung, siapa tahu, karena
lapar ia mau kembali ke sangkarnya, namun ia tetap terbang jauh dan tak mau
kembali lagi. Begitu pula ruhku tak mau lagi kembali ke badan.
Namun kedua malaikat itu menghampiriku, saat itu
aku sudah berlenang-lenang dengan bidadari di tengah-tengah kebun bunga, yang
di pinggirnya mengalir air bersih. Dengan rendah hati malaikat itu berkata
denganku,” karena doa sejumlah kawanmu, terutama istrimu yang amat
mencintaimu, anda harus hidup lagi di dunia selama beberapa tahun.”
Keadaan perasaanku
saat itu lebih buruk dari keadaan orang yang dilepaskan dari penjara,
kemudian diberikan padanya kedudukan tinggi, dan setelah itu tiba-tiba dipecat
dan harus kembali ke penjara dimana ia pernah huni sebelumnya.
Dengan
terpaksa, aku harus kembali ke ikatan badanku. Tanpa bisa berbicara dan
menolak, aku kembali ke badanku meskipun sebetulnya seluruh jiwaku tak setuju,
karenanya aku menangis sekuat tenagaku.
Sejumlah kawanku, dan terutama istriku amat gembira,
setelah aku dilihatnya kembali hidup lagi.
Namun sebaliknya, aku benci sekali pada mereka, juga pada istriku,
karena merekalah yang menyebabkan aku kembali lagi ke dunia ini, yang bagiku
tak lebih dari penjara. Mereka yang memisahkanku dari semua kenikmatan dan
kebebasan yang aku rasakan di dunia itu. Merekalah yang memenjarakanku lagi.
Mereka yang mengembalikanku pada kepenatan dunia ini. Semenjak hari itu,
pekerjaanku adalah menghitung hari, kapankah aku dapat kembali ke sana, dan
kapankah kedua malaikat itu menjemputku, sehingga aku dapat kembali ke alam
kenikmatan dan kebebasan.
Tak ada
yang aku lakukan semenjak itu, kecuali perbuatan-perbuatan yang dapat menjadi
bekalku di alam sana, dan menjadi keridhoan Tuhanku. Tali hubungan dengan
selain Allah telah putus sejak itu.
Demikian kisah cerita ini, yang kami
sadur dari buku yang ditulis oleh Sayid Hasan Abthhiy, yang berjudul Rahasia
Alam Arwah dan kami sendiri tak tahu kebenaran kisah cerita ini, apakah cerita ini benar atau tidak, yang
jelas cerita ini dapat menghibur kita semua yang meyakini bahwa ada kehidupan
setelah mati, dan ada alam lain selain
dunia ini, dan juga agar kita tidak terlalu takut dengan rahasia Tuhan akan
kematian namun pasti akan datangnya.
Wassalam.
www. b@sir.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar