BasirBahtiar
Rabu, 14 November 2018
Senin, 25 Januari 2016
MIMBAR JUMAT
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، وَعَلَى أله وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، أَمَّا
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ.
وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اما بعـد
2. Rukun Kedua: Shalawat kepada Nabi SAW
اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن.
3. Rukun Ketiga: Washiyat untuk Taqwa
قال الله تعالى: اعوذبالله من الشيطان الر جيم
يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
Segala puji bagi Allah, teriring doa dan keselamatan semoga terlimpah atas nabi dan rasul termulia, juga atas keluarga dan para sahabat, serta kepada yang mengikuti mereka dalam kebenaran sampai hari kiamat.
sidang jumat yang dirahmati Allah SWT puji sukur atas nikmat yang diberikan kepada kita yaitu nikmat sehat, nikmat kesempatan, dan kekuatan iman sehingga kita insyaAllah dapat melaksanakan rangkaian salat jumat berjamaah.
4. Rukun Keempat: Membaca ayat Al-Quran pada salah satunya
فَاسْتبَقُِوا اْلخَيْرَاتِ أَيْنَ مَا تَكُونوُا يَأْتِ بِكُمُ اللهُ جَمِيعًا إِنَّ اللهَ عَلىَ كُلِّ شَئٍ قَدِيرٌ
Maka berlomba-lombalah dalam kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
(QS. Al-Baqarah, 2 : 148)
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَلَّ اللهُ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ، إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ.
وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِيِمْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ. فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
Khutbah ke 2
الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ َوَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَلِيُّ الصَّالِحِينَ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا خَاتَمُ الأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ.رَبّنَا لاَتُؤَاخِذْ نَا إِنْ نَسِيْنَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلََى اّلذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا رَبّنَا وَلاَ تًحَمّلْنَا مَالاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلاَنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ.رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ. والحمد لله رب العالمين.
وَلَذِكْرُاللهِ اَكْبَرُ عِبَادَالله اِنَّ اللهَ
Kamis, 11 Desember 2014
Kata kata Pencerahan
Jika seseorang hadir menghadiahkan makian kepada kita, hingga menetes air mata kepedihan, maka itu berarti Allah mendidik kita untuk BERSABAR dan menangislah dalam doamu jika ingin menangis, karena air mata adalah doa disaat mulut tak mampu berbicara
Jika tanpa sebab seseorang hadir menghina kita, saat itu Allah sedang menilai kita dalam ujian untuk naik kelas KEMULIAAN
Selasa, 05 Agustus 2014
10 Macam Dosa Besar menurut Al Quran
10 Macam Dosa Besar
menurut Al Quran
1. Syirik (Menyekutukan Allah SWT).
Tentang hal ini Allah SWT berfirman:
"Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya". (An Nisaa: 48).
Tentang hal ini Allah SWT berfirman:
"Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya". (An Nisaa: 48).
Dan Allah SWT berfirman:
"Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga". (Al Maidah: 72)
"Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga". (Al Maidah: 72)
Tentang hal ini Allah SWT berfirman:
"Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir".(Yusuf: 87).
Tentang hal ini Allah SWT berfirman:
"Tiadalah yang merasa aman dari azab Allah kecuali orang-orang yang merugi." (Al A'raaf: 99)
4. Berbuat durhaka kepada kedua orang tua.
Karena Allah SWT mensifati orang yang berbuat durhaka kepada kedua orang tuanya sebagai orang yang
jabbaar syaqiy 'orang yang sombong lagi celaka'.
Tentang hal ini Allah SWT berfirman:
"Dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka". (Maryam: 32).
"Dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka". (Maryam: 32).
Tentang hal ini Allah SWT berfirman:
"Dan barangsiapa yang membunuh seorang mu'min dengan sengaja, maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya". (An Nisaa: 93).
6. Menuduh wanita baik-baik berbuat zina.
Tentang hal ini Allah SWT berfirman:
"Sesungguhnya orang-orang yang menuduh wanita-wanita yang baik-baik, yang lengah lagi beriman (berbuat zina), mereka kena la'nat di dunia dan akhirat, dan bagi mereka azab yang besar". (An Nuur: 23)
"Sesungguhnya orang-orang yang menuduh wanita-wanita yang baik-baik, yang lengah lagi beriman (berbuat zina), mereka kena la'nat di dunia dan akhirat, dan bagi mereka azab yang besar". (An Nuur: 23)
7. Memakan riba.
Tentang hal ini Allah SWT berfirman:
"Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila". (Al Baqarah: 275)
Tentang hal ini Allah SWT berfirman:
"Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila". (Al Baqarah: 275)
Maksudnya, saat kaum Muslimin diserang oleh musuh mereka, dan kaum Muslimin maju mempertahankan diri dari serangan musuh itu, kemudian ada seseorang individu Muslim yang melarikan diri dari pertempura itu.
Tentang hal ini Allah SWT berfirman :
"Barangsiapa yang membelakangi mereka (mundur) di waktu itu, kecuali berbelok untuk (siasat) perang atau hendak menggabungkan diri dengan pasukan yang lain, maka sesungguhnya orang itu kembali dengan membawa kemurkaan dari Allah, dan tempatnya ialah neraka Jahannam. Dan amat buruklah tempat kembalinya". (Al Anfaal: 16)
"Barangsiapa yang membelakangi mereka (mundur) di waktu itu, kecuali berbelok untuk (siasat) perang atau hendak menggabungkan diri dengan pasukan yang lain, maka sesungguhnya orang itu kembali dengan membawa kemurkaan dari Allah, dan tempatnya ialah neraka Jahannam. Dan amat buruklah tempat kembalinya". (Al Anfaal: 16)
9. Memakan harta anak yatim.
Tentang hal ini Allah SWT berfirman :
"Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka)". (An Nisaa: 10)
Tentang hal ini Allah SWT berfirman :
"Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka)". (An Nisaa: 10)
10. Berbuat zina.
Tentang hal ini Allah SWT berfirman:
"Barangsiapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa (nya), (yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu". (Al Furqaan: 68-69)
Tentang hal ini Allah SWT berfirman:
"Barangsiapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa (nya), (yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu". (Al Furqaan: 68-69)
Cara menghapus dosa besar:
Di dalam Al Quran di sebutkan bahwa Allah akan mengampunkan semua dosa kecuali syirik artinya dengan taubat nashuha dan berusaha sekuat tenaga untuk tidak mengulangi perbuatan dosa tersebut insya Allah akan diampunkan dan apabila dosa yang berkaitan dengan manusia misalnya kedzoliman maka harus meminta maaf kepada orang di dzolimi. Wallahu'alam.
Di dalam Al Quran di sebutkan bahwa Allah akan mengampunkan semua dosa kecuali syirik artinya dengan taubat nashuha dan berusaha sekuat tenaga untuk tidak mengulangi perbuatan dosa tersebut insya Allah akan diampunkan dan apabila dosa yang berkaitan dengan manusia misalnya kedzoliman maka harus meminta maaf kepada orang di dzolimi. Wallahu'alam.
Ya Allah semoga Engkau mau mengampuni dosa
kami semua Ya Allah. Kepada siapa lagi Ya Allah aku meminta ampun selain kepada
mu Ya Rabb.
Aamiin Ya
Rabbal'alamiin.
E:\RELIGION\Ceramah\10 Dosa besar.docx
Kamis, 12 Juni 2014
Al Fatihah (Pembukaan)
سْمِ اللَّهِ الرَّحْمَـٰنِ الرَّحِيمِ ﴿١﴾
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ
|
||
Al
Fatihah (Pembukaan)
Bismillahir rahmanir
rahim
1.
Saya memulai dengan menyebut nama
Allah. Tiap-tiap pekerjaan yang baik itu hendaknya dimulai dengan
menyebut nama Allah, sepereti makan minum, menyembeli binatang untuk di makan
dan sbgnya. Allah ialah nama zat yang maha suci, yang berhak disembah dengan
sebenar-benarnya. Yang tidak membutuhkan makhlukNya, tetapi makhluk yang
membutuhkanNya. Ar Rahman (maha pemurah); salah
satu dari nama Allah, yang memberi pengertian, bahwa Allah melimpahkan karuniahNya kepada
makhlukNya, sedangkan Ar Rahim (maha penyayang)
memberi pengertian bahwa Allah senantiasa bersifat rahmat yang menyebabkan
Allah selalu melimpahkan rahmatNya kepada maklukNya.
2.
Alhamdu (segala
puji) memuji orang adalah karena perbuatannya yang baik yang dikerjakan karena
kamauannya sendiri. Maka memuji Allah berarti menyanjung-Nya karena perbuatanNya yang baik. Lain halnya
dengan syukur yang berearti; mengakui keutamaan seseorang terhadap ni’mat yang diberikannya.
Kita menghadapkan segala puji kepada Allah ialah karena Allah adalah sumber
dari segala kabaikan yang patut di puji.
3.
Rabb (Tuhan)
berarti; Tuhan yang di ta’ati yang memiliki, mendidik, dan memelihara. Alamin (semesta alam); semua yang diciptakan Tuhan
yang terdiri dari berbagai jenis dan macam, seperti alam manusia, alam hewan,
alam tumbuh-tumbuhan, benda-benda mati dan sebagainya. Allah pencipta alam-alam
itu.
4.
Malik (yang
menguasai), dengan memanjangkan “mim” ia berarti pemilik (yang empunya)
5.
Yaumiddin (hari
pembalasan); yang berarti hari yang
diwaktu itu masing-masing manusia menerima pembalasan amalnya yang baik maupun
yang buruk
6.
Na’budu diambil
dari kata “ibadat” kepatuhan dan ketaatan manusia yang ditimbulkan oleh
perasaan tentang kebesaran Allah, sebagai Tuhan yang disembah, karena
berkeyakinan bahwa Allah mempunyai kekuasaan yang mutlak trhadapnya.
7.
Nasta’in (minta
pertolongan) dimbil dari kata isti’anah; mengharapkan
bantuan untuk dapat menyelesaikan sesuatu pekerjaan yang tidak sanggup
diselesaikan dengan tenaga sendiri.
8.
Ihdina (tunjukilah
kami), diambil dari kata hidayat;
memberei petunjuk ke suatu jalan yang benar. Yang dimaksud dengan ayat ini bukan sekedar memberi hidayah saja, tetapi
juga memberi taufik.
9.
Yang dimaksud dengan mereka yang dimurkai dan mereka yang sesat ialah
semua golongan yang menyimpang dari ajaran Islam.
Sabtu, 07 Juni 2014
Saudagar Jujur
Di Kuffah ada seorang
kuli yang sangat terkenal. Orang-orang sangat mempercayainya. Karena sifatnya
yang jujur dan terpercaya, maka para pedagang banyak menitipkan barangnya atau
uangnya kepadanya. Pada suatu ketika dalam
perjalanan, ia
bertemu dengan seorang laki-laki. Laki-laki tersebut bertanya , “engkau mau
kemana ?” jawab kuli itu, “Saya mau ketempat fulan” Sahut laki-laki itu, “saya
pun akan kesana” saya dapat berjalan kaki bersama engkau, atau bagaimana jika
saya menumpang keledaimu dengan bayaran sedinar?” kuli itu pun
menyetujuinya.Ketika sampai disuatu persimpangan jalan, penumpang tadi berkata,
“Jalan manakah yang engkau lalui ?” jawab kuli itu, “Jalan besar yang
umum inilah !” sahut
penumpang tadi “ Jalan yang satunya ini lebih dekat dan mudah untuk makanan
binatang karena banyak sekali rerumputan di sana.” Tapi saya belum pernah
melewati jalan ini.” Kata penumpang saya sering melawatinya.” “Baiklah kalau begitu”
,kuli itu menjawab. Mereka pun melewati jalan tersebut. Beberapa lama kemudian,
mereka sampai disebuah hutan yang menakutkan yang didalamnya banyak berserakan
bangkai manusia. Tiba-tiba penumpang tadi melompat dari keledai dan langsung
mengeluarkan pedang dari balik punggungnya dengan niat akan membunuh si kuli
tadi. “Jangan begitu,” teriak si kuli.” Ambillah keledai beserta
barang-barangnya,tetapi jangan bunuh saya,” Si penumpang tidak memperdulikan
tawaran tersebut, karena ia bersumpah akan membunuh kuli itu, kemudian ia akan mengambil keledai serta barang-barangnya.
Kuli itu merasa khawatir karena si penumpang itu sedikitpun tidak mau menurut.
Akhirnya kuli berkata,” Baiklah, izinkanlah saya shalat dua rakaat untuk yang
terakhir kalinya.” Sambil tertawa penumpang itu mengabulkan keinginan si kuli
dan berkata, “Silakan, cepatlah shalat! Mereka yang telah mati ini juga telah
meminta hal yang sama, tapi shalat mereka ternyata tidak menolong sedikit pun.”
Kuli itu segera shalat, tetapi setelah membaca Al-Fatihah, ternyata tidak satu surat
pun yang di ingatnya. Sedangkan orang zhalim itu menunggu sambil terus berteriak,” “Cepat
selesaikan shalatmu !” tanpa sengaja terbacaoleh lidah si Kuli ayat yang
berbunyi :
أَمَّن
يُجِيبُ الْمُضْطَرَّ إِذَا دَعَاهُ وَيَكْشِفُ السُّوءَ وَيَجْعَلُكُمْ خُلَفَاءَ
الْأَرْضِ ۗ
أَإِلَـٰهٌ مَّعَ اللَّهِ ۚ
قَلِيلًا
مَّا تَذَكَّرُونَ
'Amman Yujību Al-Muđţarra 'Idhā Da`āhu Wa Yakshifu As-Sū'a Wa Yaj`alukum Khulafā'a Al-'Arđi 'A'ilahun Ma`a Allāhi Qalīlāan Mā Tadhakkarūna (An-
Naml :62)
Yang artinya : “atau siapakah yang memperkenankan
(doa) orang yang dalam
kesulitan
apabila ia berdoa kepada-Nya dan yang menghilangkan kesulitan”
(An-
Naml :62)
Si
kuli membaca ayat ini sambil menangis.
Tiba-tiba
muncullah seorang penunggang kuda
Bertopi
gemerlap dari besi. Lalu ditikamnya
Si
halim tadi sehingga matilah dia. Dan di tempat
si
zhalim itu mati, keluarlah nyala api. Kuli itu segera
bersujud
syukur ke hadirat Allah swt.. Lalu ia lari
ke
penunggang kuda tadi dan bertanya, “Siapakah engkau
dan
bagaimanakah engkau datang ?” Jawabnya, “Saya adalah
hamba
dari ayat yang engkau baca tadi. Sekarang engkau
aman
dan dapat pergi kemanapun sesukamu. “Setelah berkata
demikian,
orang tersebut menghilang. “
Langganan:
Komentar (Atom)