Senin, 25 Januari 2016

MIMBAR JUMAT


basirbahtiar7752gmail.com
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ  وَالْمُرْسَلِيْنَ، وَعَلَى أله وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، أَمَّا

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ.
وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اما بعـد

2. Rukun Kedua: Shalawat kepada Nabi SAW

اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن.



3. Rukun Ketiga: Washiyat untuk Taqwa
قال الله تعالى: اعوذبالله من الشيطان الر جيم
يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

Segala puji bagi Allah, teriring doa dan keselamatan semoga terlimpah atas nabi dan rasul termulia, juga  atas keluarga dan para sahabat, serta kepada yang mengikuti mereka dalam kebenaran sampai hari kiamat.

sidang jumat yang dirahmati Allah SWT puji sukur atas nikmat yang diberikan kepada kita yaitu nikmat sehat, nikmat kesempatan, dan kekuatan iman sehingga kita insyaAllah dapat melaksanakan rangkaian salat jumat berjamaah.

4. Rukun Keempat: Membaca ayat Al-Quran pada salah satunya



فَاسْتبَقُِوا اْلخَيْرَاتِ أَيْنَ مَا تَكُونوُا يَأْتِ بِكُمُ اللهُ جَمِيعًا إِنَّ اللهَ عَلىَ كُلِّ شَئٍ قَدِيرٌ

Maka berlomba-lombalah dalam kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
 (QS. Al-Baqarah, 2 : 148)

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَلَّ اللهُ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ، إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ.
وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْأَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِيِمْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِفَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Khutbah ke 2

 الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ َوَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَلِيُّ الصَّالِحِينَ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا خَاتَمُ الأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌوَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ.رَبّنَا لاَتُؤَاخِذْ نَا إِنْ نَسِيْنَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلََى اّلذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا رَبّنَا وَلاَ تًحَمّلْنَا مَالاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلاَنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ.رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِوالحمد لله رب العالمين.
وَلَذِكْرُاللهِ اَكْبَرُ  عِبَادَالله اِنَّ اللهَ

Kamis, 11 Desember 2014

Kata kata Pencerahan


Jika seseorang hadir menghadiahkan makian kepada kita, hingga menetes air mata kepedihan, maka itu berarti Allah mendidik kita untuk BERSABAR  dan  menangislah dalam doamu jika ingin menangis, karena air mata adalah doa disaat mulut  tak mampu berbicara

 Jika kita tak pernah mengusik kehidupan seseorang tapi dia melukai kita, saat itu Allah mendidik  kita untuk KUAT..


Jika tanpa sebab seseorang hadir menghina kita, saat itu Allah sedang menilai kita dalam ujian untuk naik kelas KEMULIAAN




Selasa, 05 Agustus 2014

10 Macam Dosa Besar menurut Al Quran


10 Macam Dosa Besar menurut Al Quran

 Dosa adalah tindakan yang melanggar norma atau aturan yang telah ditetapkan Allah. Hanya sekedar mengingatkan, bukan untuk menggurui. Apa sajakah yang termasuk 10 macam dosa besar menurut Al Quran?

1.  Syirik (Menyekutukan Allah SWT).
Tentang hal ini Allah SWT berfirman:
"Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya". (An Nisaa: 48).

      Dan Allah SWT berfirman:
"Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga". (Al Maidah: 72)

 2.   Berputus asa dari mendapatkan rahmat Allah SWT.
Tentang hal ini Allah SWT berfirman:
"Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir".(Yusuf: 87).

 3.   Merasa aman dari ancaman Allah SWT.
Tentang hal ini Allah SWT berfirman:
"Tiadalah yang merasa aman dari azab Allah kecuali orang-orang yang merugi." (Al A'raaf: 99)

4.  Berbuat durhaka kepada kedua orang tua.
     Karena Allah SWT mensifati orang yang berbuat durhaka kepada kedua orang tuanya sebagai orang yang    
     jabbaar syaqiy 'orang yang sombong lagi celaka'.

     Tentang hal ini Allah SWT berfirman:
"Dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka". (Maryam: 32).

 5.   Membunuh.
Tentang hal ini Allah SWT berfirman:
"Dan barangsiapa yang membunuh seorang mu'min dengan sengaja, maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya". (An Nisaa: 93).

6.  Menuduh wanita baik-baik berbuat zina.

     Tentang hal ini Allah SWT berfirman:
"Sesungguhnya orang-orang yang menuduh wanita-wanita yang baik-baik, yang lengah lagi beriman (berbuat zina), mereka kena la'nat di dunia dan akhirat, dan bagi mereka azab yang besar". (An Nuur: 23)

7.   Memakan riba.
Tentang hal ini Allah SWT berfirman:
"Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila". (Al Baqarah: 275)

 8.  Lari dari medan pertempuran.
Maksudnya, saat kaum Muslimin diserang oleh musuh mereka, dan kaum Muslimin maju mempertahankan diri dari serangan musuh itu, kemudian ada seseorang individu Muslim yang melarikan diri dari pertempura itu.

     Tentang hal ini Allah SWT berfirman :
"Barangsiapa yang membelakangi mereka (mundur) di waktu itu, kecuali berbelok untuk (siasat) perang atau hendak menggabungkan diri dengan pasukan yang lain, maka sesungguhnya orang itu kembali dengan membawa kemurkaan dari Allah, dan tempatnya ialah neraka Jahannam. Dan amat buruklah tempat kembalinya". (Al Anfaal: 16)

9.   Memakan harta anak yatim.
Tentang hal ini Allah SWT berfirman :
"Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka)". (An Nisaa: 10)

10. Berbuat zina.
Tentang hal ini Allah SWT berfirman:
"Barangsiapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa (nya), (yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu". (Al Furqaan: 68-69)

     Cara menghapus dosa besar:
Di dalam Al Quran di sebutkan bahwa Allah akan mengampunkan semua dosa kecuali syirik artinya dengan taubat nashuha dan berusaha sekuat tenaga untuk tidak mengulangi perbuatan dosa tersebut insya Allah akan diampunkan dan apabila dosa yang berkaitan dengan manusia misalnya kedzoliman maka harus meminta maaf kepada orang di dzolimi. Wallahu'alam.

     Ya Allah semoga Engkau mau mengampuni dosa kami semua Ya Allah. Kepada siapa lagi Ya Allah aku meminta ampun selain kepada mu Ya Rabb.

Aamiin Ya Rabbal'alamiin.

 

E:\RELIGION\Ceramah\10 Dosa besar.docx

Kamis, 12 Juni 2014

Al Fatihah (Pembukaan)







سْمِ اللَّهِ الرَّحْمَـٰنِ الرَّحِيمِ ﴿١﴾                                                
 الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ
الْعَالَمِينَ ﴿٢﴾ الرَّحْمَـٰنِ الرَّحِيمِ ﴿٣﴾ مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ ﴿٤﴾ إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ ﴿٥﴾ اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ ﴿٦﴾ صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ ﴿٧﴾



 Al Fatihah (Pembukaan)
Bismillahir  rahmanir  rahim
1.    Saya memulai  dengan menyebut nama Allah. Tiap-tiap pekerjaan yang baik itu hendaknya dimulai dengan menyebut nama Allah, sepereti makan minum, menyembeli binatang untuk di makan dan sbgnya. Allah ialah nama zat yang maha suci, yang berhak disembah dengan sebenar-benarnya. Yang tidak membutuhkan makhlukNya, tetapi makhluk yang membutuhkanNya. Ar Rahman (maha pemurah); salah satu dari nama Allah, yang memberi pengertian, bahwa Allah melimpahkan karuniahNya kepada makhlukNya, sedangkan Ar Rahim (maha penyayang) memberi pengertian bahwa Allah senantiasa bersifat rahmat yang menyebabkan Allah selalu melimpahkan rahmatNya kepada maklukNya.
2.    Alhamdu (segala puji) memuji orang adalah karena perbuatannya yang baik yang dikerjakan karena kamauannya sendiri. Maka memuji Allah berarti menyanjung-Nya  karena perbuatanNya yang baik. Lain halnya dengan syukur yang berearti; mengakui keutamaan seseorang terhadap ni’mat yang diberikannya. Kita menghadapkan segala puji kepada Allah ialah karena Allah adalah sumber dari segala kabaikan yang patut di puji.
3.    Rabb (Tuhan) berarti; Tuhan yang di ta’ati yang memiliki, mendidik, dan memelihara. Alamin (semesta alam); semua yang diciptakan Tuhan yang terdiri dari berbagai jenis dan macam, seperti alam manusia, alam hewan, alam tumbuh-tumbuhan, benda-benda mati dan sebagainya. Allah pencipta alam-alam itu.
4.   Malik (yang menguasai), dengan memanjangkan “mim” ia berarti pemilik (yang empunya)
5.    Yaumiddin (hari pembalasan); yang berarti  hari yang diwaktu itu masing-masing manusia menerima pembalasan amalnya yang baik maupun yang buruk
6.    Na’budu diambil dari kata “ibadat” kepatuhan dan ketaatan manusia yang ditimbulkan oleh perasaan tentang kebesaran Allah, sebagai Tuhan yang disembah, karena berkeyakinan bahwa Allah mempunyai kekuasaan yang mutlak trhadapnya.
7.    Nasta’in (minta pertolongan) dimbil dari kata isti’anah; mengharapkan bantuan untuk dapat menyelesaikan sesuatu pekerjaan yang tidak sanggup diselesaikan dengan tenaga sendiri.
8.    Ihdina (tunjukilah kami), diambil dari kata hidayat; memberei petunjuk ke suatu jalan yang benar. Yang dimaksud dengan ayat ini  bukan sekedar memberi hidayah saja, tetapi juga memberi  taufik.
9.    Yang dimaksud dengan mereka  yang dimurkai dan mereka yang sesat  ialah semua golongan yang menyimpang dari ajaran Islam.








Sabtu, 07 Juni 2014

Saudagar Jujur



Di Kuffah ada seorang kuli yang sangat terkenal. Orang-orang sangat mempercayainya. Karena sifatnya yang jujur dan terpercaya, maka para pedagang banyak menitipkan barangnya atau uangnya kepadanya. Pada suatu ketika dalam
perjalanan, ia bertemu dengan seorang laki-laki. Laki-laki tersebut bertanya , “engkau mau kemana ?” jawab kuli itu, “Saya mau ketempat fulan” Sahut laki-laki itu, “saya pun akan kesana” saya dapat berjalan kaki bersama engkau, atau bagaimana jika saya menumpang keledaimu dengan bayaran sedinar?” kuli itu pun menyetujuinya.Ketika sampai disuatu persimpangan jalan, penumpang tadi berkata, “Jalan manakah yang engkau lalui ?” jawab kuli itu, “Jalan besar yang
umum inilah !” sahut penumpang tadi “ Jalan yang satunya ini lebih dekat dan mudah untuk makanan binatang karena banyak sekali rerumputan di sana.” Tapi saya belum pernah melewati jalan ini.” Kata penumpang saya sering melawatinya.” “Baiklah kalau begitu” ,kuli itu menjawab. Mereka pun melewati jalan tersebut. Beberapa lama kemudian, mereka sampai disebuah hutan yang menakutkan yang didalamnya banyak berserakan bangkai manusia. Tiba-tiba penumpang tadi melompat dari keledai dan langsung mengeluarkan pedang dari balik punggungnya dengan niat akan membunuh si kuli tadi. “Jangan begitu,” teriak si kuli.” Ambillah keledai beserta barang-barangnya,tetapi jangan bunuh saya,” Si penumpang tidak memperdulikan tawaran tersebut, karena ia bersumpah akan membunuh kuli itu, kemudian ia  akan mengambil keledai serta barang-barangnya. Kuli itu merasa khawatir karena si penumpang itu sedikitpun tidak mau menurut. Akhirnya kuli berkata,” Baiklah, izinkanlah saya shalat dua rakaat untuk yang terakhir kalinya.” Sambil tertawa penumpang itu mengabulkan keinginan si kuli dan berkata, “Silakan, cepatlah shalat! Mereka yang telah mati ini juga telah meminta hal yang sama, tapi shalat mereka ternyata tidak menolong sedikit pun.” Kuli itu segera shalat, tetapi setelah  membaca Al-Fatihah, ternyata tidak satu surat pun yang di ingatnya. Sedangkan orang zhalim itu  menunggu sambil terus berteriak,” “Cepat selesaikan shalatmu !” tanpa sengaja terbacaoleh lidah si Kuli ayat yang berbunyi :
   أَمَّن يُجِيبُ الْمُضْطَرَّ إِذَا دَعَاهُ وَيَكْشِفُ السُّوءَ وَيَجْعَلُكُمْ خُلَفَاءَ الْأَرْضِ ۗ
أَإِلَـٰهٌ مَّعَ اللَّهِ ۚ
 قَلِيلًا مَّا تَذَكَّرُونَ
 'Amman Yujību Al-Muđţarra 'Idhā Da`āhu Wa Yakshifu As-Sū'a Wa Yaj`alukum Khulafā'a Al-'Arđi 'A'ilahun Ma`a Allāhi Qalīlāan Mā Tadhakkarūna (An-   Naml :62)


   Yang artinya : “atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam    
    kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya dan yang menghilangkan kesulitan”  
    (An-   Naml :62)

Si kuli membaca ayat ini sambil menangis.
Tiba-tiba muncullah seorang penunggang kuda
Bertopi gemerlap dari besi. Lalu ditikamnya
Si halim tadi sehingga matilah dia. Dan di tempat
si zhalim itu mati, keluarlah nyala api. Kuli itu segera
bersujud syukur ke hadirat Allah swt.. Lalu ia lari
ke penunggang kuda tadi dan bertanya, “Siapakah engkau
dan bagaimanakah engkau datang ?” Jawabnya, “Saya adalah
hamba dari ayat yang engkau baca tadi. Sekarang engkau
aman dan dapat pergi kemanapun sesukamu. “Setelah berkata
demikian, orang tersebut menghilang. “