Meninggal bukan sebuah akhir (Komarudin Hidayat)
Dalam pengalaman
hidup kita sehari-hari, diantara peristiwa yang menggairahkan adalah peristiwa
pulang. Ketika dulu masih sekolah, kalau ada pengumuman kita pulang lebih awal
pasti kita gembira bahkan tepuk tangan. Atau kita perhatikan misalnya ketika
Ibu-ibu pulang dari shopping pasti bergairah atau ketika pulang jalan-jalan
dari luar kota maka peristiwa pulang selalu menggairahkan, dan yang paling
spektakuler adalah kalau mudik, pulang kampung, meskipun rumah kita di kampung
tidak sebagus rumah kita di kota, tapi pulang itu Selalu menggairahkan, nah..
pertanyaannya apakah nanti pulang kekampung ilahi yaitu meninggal, apakah kita
punya kegairahan seperti itu inilah yang
menarik yang perlu kita renungkan, karena dalam Islam meninggal itu disebut
pulang, pulang kerahmatullah “inna lillahi wainna ilahi rojiun” kita dari Allah
dan nantinya kembali pulang kepada Allah, dan Rasulullah telah bersabda bahwa
dunia ini adalah tempat bercocok tanam untuk akhirat, sehingga logika dan
harapannya ketika peristiwa itu datang yaitu meninggal mestinya kita juga
bergairah, karena itu pulang merupakan peristiwa panen, oleh karena itu marilah
kita jadikan hidup didunia ini sebagai tempat bercocok tanam, ketika nanti tiba
saatnya meninggal itu tiba, kita bergairah sebagaimana pengalaman kita pulang,
entah itu pulang soping, atau mudik, pulang kampung atau pulang dari rekreasi,
itu akan terjadi manakala kita tau betul peta dimana kita pulang kepada siapa kita
pulang dan kemudian bekal kita untuk pulang sudah cukup, orang mukmin sudah jelas
kompasnya, kita dari Allah akan kembali pulang kepada Allah dan senantiasa kita
investasi perbanyak tabungan amal kita di dunia maka insyaAllah kita akan
merasa bergairah jika ajal menjemput kita . assalam alaikaum wr.wb. katu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar