Sabtu, 07 Juni 2014

Meninggal bukan sebuah akhir (Komarudin Hidayat)



Meninggal bukan sebuah akhir (Komarudin Hidayat)

Dalam pengalaman hidup kita sehari-hari, diantara peristiwa yang menggairahkan adalah peristiwa pulang. Ketika dulu masih sekolah, kalau ada pengumuman kita pulang lebih awal pasti kita gembira bahkan tepuk tangan. Atau kita perhatikan misalnya ketika Ibu-ibu pulang dari shopping pasti bergairah atau ketika pulang jalan-jalan dari luar kota maka peristiwa pulang selalu menggairahkan, dan yang paling spektakuler adalah kalau mudik, pulang kampung, meskipun rumah kita di kampung tidak sebagus rumah kita di kota, tapi pulang itu Selalu menggairahkan, nah.. pertanyaannya apakah nanti pulang kekampung ilahi yaitu meninggal, apakah kita punya kegairahan seperti itu inilah  yang menarik yang perlu kita renungkan, karena dalam Islam meninggal itu disebut pulang, pulang kerahmatullah “inna lillahi wainna ilahi rojiun” kita dari Allah dan nantinya kembali pulang kepada Allah, dan Rasulullah telah bersabda bahwa dunia ini adalah tempat bercocok tanam untuk akhirat, sehingga logika dan harapannya ketika peristiwa itu datang yaitu meninggal mestinya kita juga bergairah, karena itu pulang merupakan peristiwa panen, oleh karena itu marilah kita jadikan hidup didunia ini sebagai tempat bercocok tanam, ketika nanti tiba saatnya meninggal itu tiba, kita bergairah sebagaimana pengalaman kita pulang, entah itu pulang soping, atau mudik, pulang kampung atau pulang dari rekreasi, itu akan terjadi manakala kita tau betul peta dimana kita pulang kepada siapa kita pulang dan kemudian bekal kita untuk pulang sudah cukup, orang mukmin sudah jelas kompasnya, kita dari Allah akan kembali pulang kepada Allah dan senantiasa kita investasi perbanyak tabungan amal kita di dunia maka insyaAllah kita akan merasa bergairah jika ajal menjemput kita . assalam alaikaum wr.wb. katu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar