Kamis, 26 September 2013

Kumpulan Kata-kata Bijak

Kata Bijak
Dalam hidup, jangan terlalu berharap, karena untuk setiap 'Hello' akan selalu berakhir dengan sebuah 'Goodbye'

Kata Bijak
Air mata adalah satu2nya cara bagaimana mata berbicara ketika bibir tak mampu menjelaskan apa yg telah membuat perasaanmu terluka, atau terharu.

Kata Bijak
Jangan menunggu waktu yang tepat untuk melakukan sesuatu, karena waktu tidak akan pernah tepat bagi mereka yg menunggu.



Gunakan seluruh waktu luang untuk melakukan kegiatan Produktif (Gramedia)

Masih  lebih baik terjadi kesalahan karena tindakan yang terburu-buru dari pada tidak berbuat sama sekali (Karsono)

Berusaha  agar tetap kreatif dalam berfikir (Gramedia)

Memikirkan kebenaran tanpa menghiraukan perasaan (Gramedia)

Mengerjakan apa yang dapat dikerjakan dimanapun anda berada (Gramedia)

Jangan menjadi golongan tua dan perencana yang lamban (Gramedia)

Setiap ketidak efisien adalah kegagalan (Gramedia)

Masa depan dikuasai oleh mereka yang telah melihat kemungkinan-kemungkinan sebelum hal itu menjadi nyata (Assuransi)

Jangan pernah mundur saat menghadapi kesulitan, bertindaklah maju saat kondisi memungkinkan Jika kondisi tidak memungkinkan ciptakan kondisi yang baru (Gusdur)

Jangan pernah berhenti ber-Inovasi karena saingan anda tidak pernah tidur (Hatta Rajasa) Mantan Menristek

Lebih baik mandi keringat dari pada mandi darah (Polisi)

Hidup muliah Mati masuk surga (tentara)

Tidak ada harga atas waktu, tapi waktu sangat berharga. Memilik waktu tidak menjadikan kita kaya, tetapi menggunakannya dengan baik adalah sumber dari semua kekayaan.

Orang-orang yang berhenti belajar akan menjadi pemilik masa lalu.
———————————————-
Orang-orang yang masih terus belajar, akan menjadi pemilik masa depan.

Kekuatan terbesar yang mampu mengalahkan stress adalah kemampuan memilih pikiran yang tepat. kita akan menjadi lebih damai bila yang kita pikirkan adalah jalan keluar masalah.
———————————————-
Jangan pernah merobohkan pagar tanpa mengetahui mengapa didirikan.
———————————————-
Jangan pernah mengabaikan tuntunan kebaikan tanpa mengetahui keburukan yang kemudian kita dapat.
———————————————-
Seseorang yang menolak memperbarui cara-cara kerjanya yang tidak lagi menghasilkan, berlaku seperti orang yang terus memeras jerami untuk mendapatkan santan.
———————————————-
Bila kita belum menemukan pekerjaan yang sesuai dengan bakat kita, bakatilah apapun pekerjaan kita sekarang. Kita akan tampil secemerlang yang berbakat.
———————————————-
Kita lebih menghormati orang miskin yang berani daripada orang kaya yang penakut. Karena sebetulnya telah jelas perbedaan kualitas masa depan yang akan mereka capai.
———————————————-
Jika kita hanya mengerjakan yang sudah kita ketahui, kapankah kita akan mendapat pengetahuan yang baru ? Melakukan yang belum kita ketahui adalah pintu menuju pengetahuan.
———————————————-
Jangan hanya menghindari yang tidak mungkin. Dengan mencoba sesuatu yang tidak mungkin,kita akan bisa mencapai yang terbaik dari yang mungkin kita capai.
———————————————-
Salah satu pengkerdilan terkejam dalam hidup adalah membiarkan pikiran yang cemerlang menjadi budak bagi tubuh yang malas, yang mendahulukan istirahat sebelum lelah.
———————————————-
Bila kita mencari uang, kita akan dipaksa mengupayakan pelayanan yang terbaik. Tetapi jika kita mengutamakan pelayanan yang baik, maka kitalah yang akan dicari uang.
———————————————-
Semua waktu adalah waktu yang tepat untuk melakukan sesuatu yang baik. Jangan menjadi orang tua yang masih melakukan sesuatu yang seharusnya dilakukan saat muda.
———————————————-
Kekuatan terbesar yang mampu mengalahkan stress adalah kemampuan memilih pikiran yang tepat. Anda akan menjadi lebih damai bila yang anda pikirkan adalah jalan keluar masalah.
———————————————-
Kita lebih menghormati orang miskin yang berani daripada orang kaya yang penakut. Karena sebetulnya telah jelas perbedaan kualitas masa depan yang akan mereka capai.
———————————————-
Jangan hanya menghindari yang tidak mungkin. Dengan mencoba sesuatu yang tidak mungkin,anda akan bisa mencapai yang terbaik dari yang mungkin anda capai.
———————————————-
Waktu, mengubah semua hal, kecuali kita. Kita mungkin menua dengan berjalanannya waktu, tetapi belum tentu membijak. Kita-lah yang harus mengubah diri kita sendiri.
———————————————-
Jika anda menasehatkan sesuatu yang belum pernah anda lakukan, cepat atau lambat anda akan diuji dengan apa yang anda nasehati. Nasehatkan tentang kesabaran, maka kesabaran anda akan diuji.
———————————————-
Orang lain adalah cermin. Ada dua jenis : cermin baik dan buruk.
———————————————-
Cermin buruk, sebaik apapun diri kita, akan tetap memantulkan gambar diri yang bengkok. Itulah mengapa anda perlu bergaul dengan lingkungan yang baik
———————————————-
Kebesaran orang bukan ditentukan oleh besar kecil tubuhnya, melainkan besar kecil hatinya.
———————————————-
Tidak mungkin ada dua benda dalam satu ruang. Pilih apa yang hendak anda masukkan ke hati anda : kebaikan atau kejahatan?
———————————————-
Budi Pekerti adalah tindakan baik yang didasari oleh tujuan yang baik. Tujuan kemanusiaan dari budi pekerti adalah agar anda berguna bagi sesama.
———————————————-
Hadiah pertama bagi orang yang melakukan kebaikan adalah kebaikan.
Penampilan terbaik dari seseorang adalah penampilan yang mewakili hati yang baik.
———————————————-
Manusia terindah adalah manusia yang bermanfaat untuk saudaranya.
Bagi pribadi yang tidak waspada dan tidak bersikap baik, dia bahkan akan menipu dirinya sendiri di hadapan pribadi yang mulia dan jujur kepadanya.
———————————————-
Segala yang kita lakukan tidak ada yang tidak beresiko. Tinggal bagaimana kita menyikapinya. Ada beberapa panduan menyikapi resiko.
* Resiko tidak seharusnya membuat kita ciut nyali, namun tidak seharusnya juga menjadikan diri sebagai orang yang tidak takut dosa.
* Memilih sebuah hubungan adalah menerima resiko, cerminan diri kita dapat dilihat dari perilakunya terhadap kita.
* Resiko seharusnya dapat membuat kita menjadi orang yang lebih baik.
* Berfokuslah pada apa yang berani kita lakukan, hasilnya kita serahkan kepada Tuhan.
Itulah koleksi terbaru kami tentang kata kata bijak terbaik versi terbaru dari mario teguh.


TEHNIK SENI BERPIDATO

Mr.Rahman Hakim
I.                    PERSIAPAN
*    Persiapkan diri terlebih dahulu selama 5 ~ 7 hari
*    Catat semua gagasan dan fikiran-fikiran yang datang  secara tidak sengaja;
*    Kumpulkan gagasan dan fikiran yang akan disampaikan sebanyaak mungkin;
*    Kumpulkan fakta-fakta/peristiwa yang tepat (tidak meragukan datanya);
*    Susun, gagasan, pikiran serta fakta-fakta yang telah anda sempurnakan  secara berurutan dan sistimatis;
*    Cobalah bawakan berulang-ulang, bila ada kejanggalan perbaiki hingga sempurna.

II.                  KEPRIBADIAN DAN SIKAP
Kepribadian adalah  merupakan gabungan dari segala yang ada di dalam jiwa, pikiran, hati nurani, serta badan manusia.

III.                SIKAP DAN KEPRIBADIAN DALAM BERPIDATO
*      Berpakaianlah yang rapi, bersih, dan terasa enak dipakai, pilih warna yang sesuai;
*      Sebelum memulai pembicaraan, sikap tegak tanpa gerak, lalu kuasai situasi serta pandanglah pendengar, dari baris depan sampai baris belakang dengan penuh perhatian;
*      Berdoalah sejenak dalam hati, tapi tidak tampak oleh pendengar;
*      Jangan sering menggerakan tangan dengan  gerakan yang sama;
*      Gunakanlah kata-kata yang baru dan segar dengan sopan;
IV.                CARA MENYAMPAIKAN SEBUAH PIDATO
-          Jangan berbicara dengan nada yang sama (monoton)
-          Buatlah gerakan-gerakan dan perubahan ekspresi wajah sesuai dengan isi pidato dan jangan berlebih-lebihan (Over acting)
-          Pergunakanlah bahasa yang sesuai dengan keadaan pendengar
-          Jika memakai istilah-istilah asing pilihlah istilah-istilah yang sering di dengar oleh pendengar

V.                  KEYAKINAN DAN PENGENDALIAN DIRI

VI.                SIASAT MEMBUKA DAN MENUTUP PIDATO
VII.              SIASAT MENUTUP PIDATO
VIII.            SAAT-SAAT YANG TEPAT UNTUK MENUTUP PIDATO

IX.                 

Senin, 23 September 2013

Sistem Ekonomi Pancasila VS Sistem Ekonomi Kapitalisme

Ciri-Ciri Sistem Ekonomi Pancasila Di Indonesia

Sistem Ekonomi Pancasila memiliki empat ciri yang menonjol, yaitu :
1. Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajad hidup orang banyak harus dikuasai oleh Negara, dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat,  Contoh hajad hidup orang banyak yakni seperti air, bahan bakar minyak / BBM, pertambangan / hasil bumi, dan lain sebagainya.
2. Peran negara adalah penting namun tidak dominan, dan begitu juga dengan peranan pihak swasta yang posisinya penting namun tidak mendominasi. Sehingga tidak terjadi kondisi sistem ekonomi liberal maupun sistem ekonomi komando. Kedua pihak  pemerintah dan swasta hidup beriringan, berdampingan secara damai dan saling mendukung.
3. Masyarakat adalah bagian yang penting di mana kegiatan produksi dilakukan oleh  semua untuk semua serta dipimpin dan diawasi oleh anggota masyarakat.
4. Modal atau pun buruh tidak mendominasi perekonomian karena didasari atas asas kekeluargaan antar sesama manusia.
Tambahan :
Dalam sistem ekonomi pancasila perekonomian liberal harus dijauhkan karena terbukti hanya menyengsarakan kaum yang lemah serta mematikan kreatifitas yang potensial. Persaingan usaha pun harus selalu terus-menerus diawasi pemerintah agar tidak merugikan pihak-pihak yang berkaitan.


 Secara normatif landasan idiil sistem ekonomi Indonesia adalah Pancasila dan UUD 1945.


Kapitalisme

APA YANG ANDA FAHAMI TENTANG KAPITALISME, TERANGKAN PERSAMAAN DAN PERBEDAANNYA DENGAN SOSIALISME. URAIKAN SEJAUH MANA KEDUANYA 
MAMPU MENYELESAIKAN MASALAH GELOBALISASI.
 
1.0 PENDAHULUAN
 
Kita hidup di dalam dunia yang semakin cepat berubah. Zaman teknologi maklumat sudah tiba dan dengan itu peluang baru ini boleh menjadikan kehidupan kita lebih bahagia.  Tetapi peluang untuk merusak masyarakat kita juga menjelma bersama. Isu yang bakal diperkatakan ini adalah isu yang hangat diperbincangkan dewasa kini yaitu isu ekonomi dan masalah gelobalisasi  yang patut diselesaikan bersama. Isu ini bukan sahaja menjadi isu di negara kita Malaysia, malah di negara-negara dunia  ketiga. Fahaman kapitalis mutlak yang kini mula muncul sebagai ideologi baru yang kuat sehinggakan ia boleh menggulingkan kerajaan dan mencetuskan bencana ekonomi. Kesan dari pengaruh orientalis terhadap ilmu pengetahuan  moden, terlahirlah berbagai 'isma' yang bertopengkan ideologi moden,seperti Sistem Nasionalisme, Sosialisme, Sekularisme dan Kapitalisme  yang kononnya sebagai suatu ketrampilan ke arah penyelesaian pelbagai masalah hidup.
Suatu idealisme yang cukup besar pengaruhnya di dunia adalah Kapitalisme dan
Sosialisme. Dunia menjadi tidak aman dan selalu terjadi peperangan kerana kedua
golongan yang ekstrim ini selalu berebut pengaruh, di mana negara yang sedang
membangun dijadikan alat permainan mereka.
  DEFINISI DAN CIRI-CIRI
 Definisi Kapitalis
Sistem kapitalis telah diasaskan oleh Adam Smith yang juga dikenali sebagai
'Bapa Kapitalisme'. Ideologi tentang kapitalis ini telah diutarakan oleh beliau di dalam bukunya  yang bertajuk "An Inquiry into the Nature and Causes of the Wealth of Nation"  pada tahun 1976. Antara intipati yang disebut ialah
"dengan memberi kebebasan kepada manusia untuk menggunakan sepenuhnya harta,
pendapatan dan kebolehan masing-masing, maka akan dapatlah membina suatu
perlumbaan ekonomi seterusnya memberi kemakmuran kepada masyarakat."
(Wan Baharuddin Wan Mamat, 1995).
 Secara umumnya definisi kapitalis boleh dilihat daripada tiga bahagian iaitu
definisi kapitalis secara umum, Kapitalis Barat Moden dan Neo Kapitalis.
(Baharudin Yatim, 1995).
 Kapitalis secara umum
Ia merupakan suatu sistem yang mempunyai unsur-unsur kebebasan kepada individu untuk mempunyai harta dan alat perusahaan atau perkembangan penuh untuk institusi-institusi kewangan. Pada umumnya sistem ini digambarkan sebagai merangkumi konsep-konsep kebebasan bagi inisiatif, persaingan dan pendorong keuntungan.
 Kapitalis Barat Moden
Ianya satu fahaman dalam sistem ekonomi yang telah tumbuh di Eropah semenjak
kurun pertengahan. Ia telah berkembang dengan lebih pesat lagi selepas zaman
Renaissance Eropah pada abad ke 14 hingga ke 17 masehi dan sezaman dengan :
Kelahiran ideologi-ideologi palsu ciptaan Yahudi. Kemusnahan kuasa gereja Kristian
dan sistem milik tanah oleh Bangsawan. Kelahiran fahaman sekularisme dan liberalisme
di mana agama dipisahkan dari aktiviti-aktiviti duniawi. Pertumbuhan dan
perkembangan kilang-kilang perusahaan di Peranchis selepas revolusi Peranchis
1789M.
 Neo Kapitalis
Ia merupakan satu aliran kapitalis baru di masa kini, yang telah didefinisikan
oleh Dato Seri Mahathir Mohamad dalam  Berita Harian, 5 Jun 1998 sebagai
penggabungan syarikat-syarikat besar untuk melahirkan syarikat gergasi yang akan
berusaha untuk menguasai dan memiliki syarikat-syarikat kecil. Menurut Dato
Seri Dr Mahathir Mohamad apa yang sedang berlaku  sekarang ialah penggabungan
syarikat-syarikat besar di Barat yang sedang rancak berjalan untuk melahirkan
syarikat gergasi yang akan berusaha menguasai dan memiliki syarikat di Asia.
Ekonomi Asia akan dikuasai dan ditadbir keseluruhannya oleh orang bukan Asia.
Asia Tenggara akan menjadi pengkalan pengeluaran barangan kos rendah untuk
menyaingi barangan beberapa ekonomi Asia yang gagal dikuasai oleh syarikat asing
tetapi negara itu juga akan menyerah kalah. Kesannya ialah kerajaan sukar untuk
menahan gelombang baru ini kerana arus alirannya yang cukup kuat. Maka dengan
itu akan wujudlah syarikat-syarikat Nasional yang bukan lagi milik kerajaan.
Rakyat akan mula memberontak kerana tidak puas hati dengan pengambilalihan ini.
Berdasarkan ketiga-tiga definisi di atas, bolehlah dikatakan bahawa kapitalisme
bermaksud pemisahan secara total di antara ekonomi dan tampuk pemerintahan. Ia
adalah sistem sosial yang berasaskan hak persendirian (private ownership)
di mana  hak individu tidak boleh diganggu gugat oleh orang lain.
 Menurut kapitalis juga, pengasingan hanyalah berasaskan premis kapitalis,  yang
bermaksud mengakui tentang hak individu (individual right). Dari segi  politik
dan sistem ekonominya pula ia berasaskan doktrin hak individu. Ini bermakna bahawa
kapitalis mengakui setiap individu mempunyai "diri sendiri", iaitu tiada kawalan
dari orang lain serta mempunyai hak untuk menjalani kehidupan mengikut cara pilihan
mereka selama mana ia tidak mengganggu hak orang lain. Kapitalis juga mendakwa
bahawa ia boleh mewujudkan keharmonian sosial melalui usaha-usaha untuk memenuhi
kepentingan diri sendiri.  Di bawah kapitalisme usaha-usaha untuk memenuhi kestabilan
ekonomi seseorang individu itu diyakini boleh memberi manafaat kepada keseluruhan
masyarakat.
 Di dalam membolehkan seseorang individu itu bertindak tanpa melanggar peraturan
kerajaan, secara tidak langsung kapitalisme juga telah menyebabkan kekayaan
tercipta dengan cara yang paling efektif, dimana ianya  meningkatkan taraf hidup,
peluang-peluang ekonomi dan pengagihan barangan kepada setiap individu.  Pasaran
bebas beroperasi dengan sebegini cara supaya setiap individu boleh mencipta
kekayaan untuk diri sendiri.  Dengan ini tanpa disedari ia juga telah mencipta
kekayaan untuk orang lain , yang bermaksud "yang kaya bertambah kaya dan yang
miskin bertambah miskin".  Fahamilah bahawa  kapitalisme telah menyumbang kepada
kepentingan ekonomi untuk semua termasuk kepada bukan kapitalis.
 Bertentangan  dengan kepercayaan umum, kapitalisme bukanlah satu sistem yang
mengekploitasikan masyarakat untuk kepentingan golongan kaya yang merupakan
minoriti.  Bahkan sebenarnya  sosialisme yang menyebabkan pengekploitasian
secara sistematik terhadap buruh. Oleh kerana kerajaan sosialis memegang
monopoli  ke atas buruh dan produktiviti maka  tidak wujud insentif dalam
ekonomi.  Masalah ini wujud kerana kerajaan sosialis hanya menyediakan
keperluan minima kepada pekerja .  Ekploitasi merupakan nature kepada
sosialis kerana individu tidak boleh hidup untuk kepentingan diri sendiri.    
  Definisi Sosialis
Pengasas sosialisme ialah Karl Marx atau nama asalnya Mordechai (1818-1885 M).
Sosialisme adalah satu istilah umum yang digunakan bagi teori ekonomi dan
politik yang memperjuangkan suatu sistem yang berasaskan kepada hak milik
untuk kelompok atau pemerintah yang menguruskan semua sumber penghasilan dan
pengagihan barang-barang. Istilah ini kadang-kadang telah digunakan untuk
teori-teori ekonomi yang pelbagai daripada : teori yang memperjuangkan suatu
sistem yang berasaskan kepada hak milik untuk kerajaan bagi agensi-agensi
perkhidmatan masyarakat dan sumber-sumber penghasilan yang tertentu sahaja
hinggalah kepada teori  sosialisme (Marxisme) yang memperjuangkan suatu sistem
yang berasaskan kepada peguasaan secara total oleh pemerintah semua program
ekonomi dan arahnya. (Baharuddin Yatim dan Sulaiman Nordin, 1993).
 Sosialisme telah wujud sejak dari zaman Greek tua lagi. Plato adalah di antara
tokoh yang membincangkan tentang fahaman ini di dalam bukunya yang bertajuk
'Republica'. Beliau berusaha mencari jalan keluar kepada suatu bentuk hidup
bersistem setelah berlaku huru hara dan kacau bilau.
 Jika dilihat kepada definisi sosialis sebenarnya memperjuangkan kebebasan dan
keutamaan masyarakat serta mengambil kira kepentingan individu. Ia menafikan
tentang pemilikan pemilikan khas (private property) di kalangan individu,
tetapi memberi penekanan ke atas penyusunan pengeluaran dan pengedaran barangan
atas dasar kolektif.
  Ciri-ciri Kapitalis
a.      Manusia diberi kebebasan mutlak dalam berfikir
Manusia berhak mengamalkan sesuatu konsep keimanan mengikut sesuka hati mereka, kerana itu merupakan kehendak semulajadi manusia.  Menurut kapitalis juga
pemerintah tidak mempunyai hak untuk campur tangan.
  Kebebasan memberi pendapat
Setiap individu berhak serta bebas untuk memberikan pendapat didalam menentukan
corak kehidupan masyarakat, merangka undang-undang dan menentukan kuasa
pemerintahan.
 Penentuan nilai hidup sosial
Didalam kapitalis nilai-nilai sosial manusia ditentukan oleh keupayaan mental,
emosi, sentimen umum dan persekitaran.  Kesejahteraan total dapat dicapai
dengan perlaksanaan konsep kebebasan sosial  serta memenuhi nikmat fizikal
dan hawa nafsu dalam kehidupan.
 Konsep ekonomi bebas
Sesiapa saja boleh menjalankan aktiviti ekonomi secara bebas didalam sesebuah
negara.  Di dalam menjalankan perniagaan setiap individu itu bebas melakukan
apa cara pun untuk mengumpul kekayaan walau pun ianya melanggar etika ( menipu,
putar-belit, rasuah).  Undang-undang hanya bertindak sebagai pengawal sahaja.
Tindakan hanya akan diambil jika ianya mengancam keselamatan negara.
 Ciri-ciri Sosialis
Memperjuangkan untuk kesamatarafan yang hakiki. Menurut sosialis mereka lebih
memperjuangkan kebebasan dan keutamaan masyarakat  berbanding keperluan individu.
Isu utama sosialis ialah berjuang untuk mencapai hak kesamarataan yang hakiki.
 Penafian fahaman agama
Sosialis menganggap agama hanya merupakan satu penipuan lantaran itu mereka
menafikan sebarang fahaman agama.   Frederick Engles salah seorang ahli sosialis
menyatakan "bahawa setiap nilai-nilai moral yang juga dihubung rapat dengan
konsep agama itu dicetuskan oleh suasana ekonomi yang berjalan":.  Atas alasan
inilah maka sosialis menolak sebarang fahaman yang berkaitan dengan agama.
 Kebebasan memberi pendapat
Menurut fahaman sosialis tidak wujud langsung kebebasan untuk memberi pendapat.
Oleh yang demikian jika dilihat dari aspek politik tidak wujud sebarang parti
pembangkang.
 Corak hidup
Sosialis bertujuan untuk menghapuskan kewujudan kelas-kelas didalam masyarakat.
Diperingkat awal, golongan marhain berjaya mengalahkan golongan kaya untuk
mewujudkan kesamarataan taraf yang akhirnya dapat mencapai taraf hidup yang
ideal.
 Tiada pemilikan
Individu-individu di dalam sistem sosialis tidak mempunyai hak untuk memiliki
harta benda yang lebih daripada keperluannya.  Di sini kerajaan mempunyai hak
keatas semua kekayaan termasuk sumber-sumber dan punca-punca pengeluaran.
 PERSAMAAN DAN PERBEZAAN
2.1     Persamaan Kapitalis dengan Sosialis
Kedua-dua fahaman ini membincangkan tentang isu-isu ekonomi.  Konsep yang
diketengahkan oleh kedua-dua fahaman ini bertujuan untuk mencapai kesejahteraan
masyarakat dari segi ekonomi, iaitu cara-cara untuk mengumpul kekayaan, pasaran
didalam ekonomi dan pengagihan sumber.
 Persamaan yang jelas antara keduanya ialah persamman dari segi matlamat di mana
didapati bahawa matlamat terakhir kapitalisme dan sosialisme adalah sama iaitu
pemusatan kuasa pemerintah kepada satu kumpulan politik yang mempunyai semua
jentera-jentera penghasilan dan penguasaan matawang dan harta. Kedua-duanya
menggunakan fahaman sekularisme untuk merosakkan nilai-nilai agama bagi tujuan
menegakkan kuasa dan pengaruh mereka. Kedua-dua iaitu kapitalisme dan sosialisme
adalah juga ideologi antarabangsa.
          
Perbezaan Kapitalis dengan Sosialis
Hak individu
Di dalam kapitalis setiap individu mempunyai hak keatas setiap sesuatu seperti
kebebasan bersuara, pemilikan harta serta hak untuk menentukan pucuk pimpinan.
Kapitalis menekankan konsep 'individual rights' didalam perlaksanaan sistem ini.
 Sementara itu sosialis pula percaya individual rights hanya akan melebarkan
jurang strata di dalam masyarakat.  Oleh itu sosialis mengambil dasar menentukan
hak kekayaan yang boleh dimiliki oleh rakyatnya .  Sebagai contoh negara China
yang masih teguh mengamalkan fahaman sosialis dewasa kini, di negara ini kekayaan
yang dimiliki oleh rakyat ditentukan oleh kerajaan bukannya berdasarkan jenis
pekerjaan atau taraf pendidikan.
 Peranan pemerintah
Perbezaan peranan pemerintah bagi kedua-dua fahaman ini  amat ketara. Negara yang
mengamalkan sosialis rakyat tidak berpeluang untuk memilih pemimpin di mana tidak
ada pilihanraya. Ini bermakna pemerintah yang ada adalah hasil rampasan kuasa dan
sistem pemerintahan hari ini diwarisi berdasarkan kekananan di dalam organisasi
(parti). Negara kapitalis pula, pemerintah ditentukan melalui pilihanraya.
 Peranan pemerintah di dalam negara sosialis mengawal sepenuhnya hak pemilikan dan
pengagihan sumber-sumber ekonomi negara. Sementara di dalam negara kapitalis,
pemerintah menyediakan peraturan untuk mengawal keadaan sahaja tetapi rakyat bebas
memilih untuk melakukan aktiviti yang ingin mereka lakukan.
 Pasaran
Di dalam negara kapitalis, mereka mengamalkan pasaran bebas iaitu sesiapa sahaja,
dengan cara apa sekalipun boleh mengumpul kekayaan untuk diri sendiri. Berbanding
dengan negara sosialis yang tidak membuka ruang pasaran yang luas kepada rakyat
negara sendiri serta masyarakat luar. Ia mengadakan kawalan yang ketat ke atas
aktiviti ekonominya.
  Pemilikan dan pengagihan sumber-sumber pengeluaran
Dari segi pemilikan dan pengagihan sumber-sumber pengeluaran, negara kapitalis
memberi kebebasan kepada rakyatnya. Ini berbeza dengan negara sosialis di mana
pemerintah mengawal sepenuhnya pemilikan dan pengagihan sumber-sumber pengeluaran
tertentu.
 ISU MASALAH GELOBALISASI
Di dalam kertas kerja ini kami hanya akan menyentuh mengenai masalah ekonomi dan
politik dalam perbincangan isu-isu masalah gelobalisasi. Ideologi ini diyakini tidak
dapat memberi jalan keluar kepada permasalahan ekonomi dan politik yang wujud.
Jika ada sekalipun, ianya adalah setakat satu penyelesaian sementara sahaja.
 Sistem kapitalisme yang berfahaman materialistik membawa konsep mencari kekayaan
dan keuntungan peribadi di mana ini merupakan suatu nilai bagi kepuasaannya.
Bagi mereka keutamaan untung yang maksima adalah sebagai matlamat, tanpa sebarang
campurtangan dari pihak-pihak lain atau kerajaan dan begitu menggalakkkan pasaran
bebas ke arah menunaikan strategi.
 Ini menunjukkan sistem kapitalis memberikan kebebasan tanpa batasan kepada individu
sehingga ia membenarkan apa cara sekalipun untuk mencapai matlamat tersebut selagi
ianya tidak mengancam keselamatan negara.  Manakala sosialis pula mengekang hak
individu secara keterlaluan dan hak sama rata kepada penduduk.
 3.1     Isu Ekonomi
Menurut Dato Seri Dr. Mahathir Mohamad apabila kapitalis mengamalkan sistem
pasaran bebas, ekuiti syarikat-syarikat tempatan boleh dikuasai oleh
syarikat-syarikat asing.  Oleh kerana syarikat-syarikat asing yang masuk
adalah kukuh sokongan modalnya, keyakinan  pasaran akan pulih yang menyebabkan
keyakinan dan pemulihan nilai matawang.  Walaupun rakyat akan kembali makmur
tetapi bukan negaranya kerana dasar -dasar pembangunan negara  mengambil
kira syarikat-syarikat gergasi ini kerana mereka adalah pendokong terbesar
cukai negara.  Ramainya  pelabur mereka yang berminat untuk membeli syarikat-
syarikat di negara-negara yang menghadapi kegawatan ekonomi.  Mereka berkata
ada "fire sale" di Asia Timur, iaitu jual murah barangan kedai terbakar.
Menurut mereka syrikat-syarikat dan bank-bank di Asia sudah seperti ikan
mati yang timbul dengan perut ke atas atau "belly-up".  Mereka hanya perlu
pilih dan kutip.  Yang lainnya boleh di biar mati.
 Demikianlah sikap mereka yang kononnya bertanggungjawab memelihara hak asasi
manusia di seluruh dunia.  Lebih buruk lagi setelah pihak asing ini merosakkan
ekonomi kita mereka mendakwa bahawa pembelian syarikat kita oleh mereka adalah
bertujuan menyelamatkan kita dan memulihkan ekonomi kita.  Perbuatan mereka
tidak banyak berbeza dengan penyamun  yang menyamun duit kita dan kemudian
memberi balik separuh daripadanya sambil mendakwa mereka menolong kita.  Dengan
itu orang asing bukan sahaja boleh memiliki 100 peratus syarikat dan bank kita
tetapi mereka boleh masuk berniaga dalam negara kita tanpa perlu apa-apa
penyertaan daripada kita.  Mungkin jawatan rendah  akan diberi kepada kita
tetapi kerana kita dikatakan oleh mereka tidak pandai dan tidak cekap maka
jawatan tinggi akan dipegang oleh mereka selama-lamanya.
 Sosialis pula tidak begitu berjaya di dalam bidang ekonomi.  Idea yang dibawanya
bahawa setiap orang menerima bayaran subsidi yang serupa akan tetap bekerja
keras dan gembira adalah meleset.  Pengeluaran dan kekayaan semakin merosot
dan golongan pekerja mula memberontak dan tidak menghargai rejim diktator.  Ini
dapat dilihat dengan berlakunya pemberontakan di MedanTiannamen
 Adakah kapitalis baru dapat menyelesaikan masalah ekonomi.  Secara dasarnya
kapitalis baru dapat membantu pertumbuhan ekonomi negara. Sistem pengurusan
modal yang cekap dan sistem kadar pertukaran stabil yang di reka di Bretton
Woods.  Pengamal kapitalis baru berjaya membina semula ekonomi menggunakn
kombinasi pendekatan kapitalis dan sosialis tetapi sifat tamak yang berakar
umbi dalam diri golongan kapitalis tidak pernah terhapus.  (Dato Seri Dr.
Mahathir Mohamad, 1998)
 3.2     Isu Politik
Apabila kapitalis sudah dapat menekan negara , penguasaan mereka tidak terhad
kepada ekonomi sahaja. Mereka juga berminat untuk menguasai politik dan menentukan
siapakah yang memimpin.  Penguasaan media masa yang boleh mempengaruhi media
tempatan telah menyebabkan tuduhan pemerintah yang tidak efisyen.   Ini menyebabkan
gerakan anti kerajaan dicetuskan.
 Kapitalis dan sosialis tidak dapat menyelesaikan masalah politik yang berlaku kerana
masalah politik yang wujud tersebut sebenarnya adalah gerakan mereka sendiri.
Ini dapat dilihat melalui penerangan sebelum ini.  Dasar kapitalis yang meletakkan
tanggungjawab pemerintah sebagai pengawal undang-undang adalah tidak bersesuaian
dengan kesejahteraan masyarakat.  Ini kerana dasarnya sekadar mengubat bukan mencegah.
 Bagi kapitalis, individu berhak melakukan apa sahaja untuk mengumpul kekayaan
dengan harapan kekayaan itu dapat diberikan kepada orang lain.  Oleh itu individu
boleh melakukan apa sahaja kerana pemerintah melaksanakan undang-undang agar
cara yang digunakan tidak mengancam keselamatan negara.
 Sebagai contoh ialah kegagalan aliran sosialis.  Bibit-bibit kejatuhan Russia
sebagai lambang kuasa yang dibangunkan di atas ideologi komunisme (aliran Marxist)
telah bermula sejak 40 tahun yang lalu.  Pada bulan September 1961 Harian Pravda
yang menjadi lidah rasmi Jawatankuasa Pusat Parti Komunis Russia telah menyebarkan
program parti itu.  Rancangan itu ialah fikiran yang memansuhkan jalan atau cara
revolusioner seprti yang ditegaskan oleh buku Materialisme Dialektika: " berikutnya
peralihan daripada kapitalisme kepada sosialisme dan memerdekan kelas buruh
(pekerja) daripada penindas kapitalis.  Ini boleh direalisasikan bukan dengan
evolusi, bukan dengan memperbaikinya akan tedengan perubahan bentuk dan cara
sistem kapitalisme iaitu dengan revolusi".
 Harian tersebut juga mengaskan uasaha-usaha merealisasikan masyarakat komunisme
seperi yang dirancangkan itu meliputi tempoh 20 tahun akan datang. Di samping itu
ia menekankan kegagalan sistem komunis selama 40 tahun yang lalu dalam membentuk
asas ideologi dan kehidupan duniawi yang lengkap bagi masyarakat komunisme.
 Ini menunjukkan komunisme sebagai satu ideologi telah hilang kekuatannya untuk
melaksanakan apa yang dinamakan "kepastian sejarah peralihan daripada kapitalisme
kepada sosialisme".  Kegagalan itu berlaku kerana teori komunisme tidak ditegakkan
di atas usul dan kaedah am yang lengkap untuk membolehkan ideologi itu berkembang.     
 Prinsip penghapusan hakmilik individu telah ditukar kepada satu penyelesaian yang
lebih sederhana iaitu menguasai segenap industri, perniagan luar negara , bank-bank
dan segala perkhidmnatan awam.  Antara bukti kegagalan perlaksanaan prinsip persamaan
di dalam masyarakat komunisme di ungkapkan dalam buku tulisan Krine Brinton yang
bertajuk Revolusi Komunisme: unsur, penyelesaian dan hasilnya : " sebagaimana yang
diakui oleh para pendokong komunisme sendiri bahawa Russia kini hidup di dalam satu
masyarakat yang berbeza-beza dalam pembahagian barang-barang keperluan dan perolehan
individu dengan perbezaan yang besar.  Seorang ahli politik berkedudukan tinggi,
Pengarah Perusahaan , penulis atau penari Ballet hidup bergelumang dengan kemewahan
sedangkan rakyat biasa tidak sedemikian".
 Keadaan ini menjadikan masyarakat Russia satu masyarakat yang lebih tidak memiliki
persamaan  dalam bidang ekonomi jika  dibandingkan dengan sebarang masyarakat
kapitalis.  Fakta ini jelas membuktikan sosialisme pada zahirnya memperjuangkan
prinsip persamaan dan keadilan secara teori tetapi gagal apabila dilaksanakan.
 PENYELESAIAN MASALAH
4.1     Islam Sebagai Jalan Penyelesaian
Apabila dikaji, dua aliran materialisme tadi, maka dapatlah dibuat kesimpulan
bahawa satu pihak terlalu ekstrim untuk mementingkan individu dengan mengorbankan
hak orang lain sedangkan di satu pihak kepentingan individu dikorbankan untuk
kepentingan masyarakat.
 Islam tidak mengkehendaki kedua-duanya, Islam mahu adanya keseimbangan antara
individu dan masyarakat. Setiap usaha untuk memenuhi tuntutan hidup dibenarkan
oleh Islam asalkan tidak mengorbankan dan merugikan orang lain. Hubungan individu
dan masyarakat umpama satu tubuh dan saling berkehendak serta tidak terpisah.
Oleh itu individu bertanggungjawab atas perkembangan masyarakat (Imam  Munawir,
1985).
 Jika dilihat pelbagai aliran pemikiran, falsafah, peraturan, sistem politik,
ekonomi dan sosial ciptaan manusia ditawarkan untuk menyelesaikan masalah hidup
yang dihadapi manusia gelobalisasi. Malangnya, semuanya tewas dan gagal apabila
dilaksanakan. Hingga ke hari ini tidak ada satu aliran pun yang dapat memperlihatkan
kemampuannya untuk menyesuaikan dengan realiti kehidupan.
 Setiap sistem mempunyai falsafah, matlamat, jalan, gagasan dan caranya yang
tersendiri mengenai kehidupan. Setiap sistem juga mempunyai masalah dan cara
penyelesaiaanmya apabila dilaksanakan. Oleh itu adalah tidak adil dan tidak
rasional jika sistem tertentu diminta menyelesaikan masalah yang ditimbulkan
oleh sistem lain. Logiknya jika kita ingin minta cara penyelesaian sesuatu sistem
terhadap masalah kehidupan maka sistem itu perlu diberi peluang terlebih dahulu
dilaksanakan dalam realiti kehidupan. Setelah itu barulah dapat dilihat samada
masalah itu masih ada ata sudah selesai, berubah bentuk atau unsurnya. Pada
masa itu barulah sistem berkenaan bertanggungjawab sepenuhnya terhadap permasalahan
yang timbul.
 Islam adalah sistem hidup yang lengkap, bersifat sepadu, saling berkait dan
menguatkan antara satu aspek denganaspek lain. Sistem ini berbeza daripada sistem
lainnya dari segi watak, gagasannya tentang kehidupan dan cara perlaksanaannya.
Perbezaan ini adalah perbezaan yang asasi dan menyeluruh. Oleh itu Islam tidak
bertanggungjawab terhadap masalah yang timbul dalam masyarakat hari ini kerana
masalah itu lahir akibat Islam dipisahkan daripada realiti kehidupan.
 Konsep kapitalisme yang bermula dengan sifat mementingkan diri sendiri akhirnya
akan mencapai kemuncaknya di mana sifat-sifat kemanusiaan akan di tekan dan
terkubur. Ia akan menjurus kearah ketidak keseimbangan di dalam pembahagian
harta kekayaan, dan juga akan ada sesetengah pihak memajukan kepentingan
mereka sendiri yang bertentangan dengan kepentingan ramai. Sememangnya kaedah
ini begitu bertentangan dengan prinsip-prinsip Islam yang memandang ekonomi
itu hanya sekadar memenuhi keperluan fitrah manusia seperti makan minum, pakai,
perumahan dan pendidikan.
 Sebenarnya untuk mengambil Islam sebagai penyelesai masalah, terlebih dahulu
Islam perlu dijadikan pengatur seluruh kehidupan individu, keluarga, masyarakat,
negara dan dunia ini. Setelah itu apabila timbul persoalan atau permasalahan
barulah wajar untuk meminta pandangan Islam mengenai persoalan itu kerana
masalah itu timbul dalam sistem Islam, bukan ditimbulkan oleh sistem bukan
Islam. Allah S.W.T  berfirman yang bermaksud : "Wahai orang yang beriman
masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya dan janganlah kamu turut
langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu".
(Al Baqarah, ayat 208). Islam mendidik manusia dengan sistem tertentu,
memerintah dengan hukum tertentu, menyelesai masalah mereka atas dasar
tertentu serta mewujudkan sistem kemasyarakatan, ekonomi dan politik yang
tertentu. Jadi perkara utamanya ialah melaksanakan Islam sebagai sistem
yang menyeluruh dalam semua aspek kehidupan.
  KESIMPULAN
Sebagai kesimpulan boleh dikatakan bahawa sistem kapitalis dan sosialis
mempunyai persamaan dan perbezaan yang tersendiri. Keduanya lebih mementingkan
kaedah 'mengubati' daripada 'pencegahan'. Sebaliknya jika kita berbalik
kepada sistem Islam, ia telah menunjukkan suatu jalan yang betul iaitu
mementingkan 'pencegahan' daripada 'mengubati. Kita sepatutnya perlu membangunkan
sebuah sistem yang tidak menolak pembangunan material malahan memnggunakan
kekayaan material untuk membangunkan suatu kehidipan yang bermoral. Dengan
lain perkataan, matlamat yang hendak dicapai ialah untuk mewujudkan suasana
kehidupan yang aman dan harmoni.

  • HAKIKAT SEKULARISME DAN KAEDAH PENYEBARANNYA
    Ahmad Nizam Awang AqidahIlmu dan Fikrah akidahAqidahfahamanideologi,pegangansekularsekularismetauhid 5 Komen
     OLEH: IRWAN BIN MOHD SUBRI
    Sekular atau dalam bahasa arabnya dipanggil “al-’Ilmaniyyah” diambil dari perkataan 
    ilmu (dalam bahasa arab = ‘ain, lam dan mim). Kononnya dari segi mafhum, ia
    bermaksud mengangkat martabat ilmu, jadi ia tidak bercanggah dengan mafhum Islam 
    yang juga menjadikan ilmu sebagai satu perkara penting bagi manusia dan menyeru
    kepada ilmu sejak wahyu pertama lagi. Tetapi sebenarnya penterjemahan kalimah 
    sekular kepada “al-’Ilmaniyyah” hanyalah satu tipu daya dan berselindung di sebalik 
    slogan ilmu. Sebenarnya kalau diperhatikan makna tersirat bagi sekular ialah 
    “al-Ladiniyyah” yakni tanpa agama atau “al-La’aqidah” yakni tanpa akidah.
    Tokoh pemikir Islam Prof. Dr. Yusuf al-Qardhawi pernah menyebut perkara ini di dalam penulisannya tentang sekularisme.
    Istilah “al-’Ilmaniyyah” dipilih untuk mengelabui mata umat Islam agar menerimanya kerana jika digunakan istilah “al-Ladiniyyah” atau “al-La’aqidah“, sudah pasti umat Islam akan menolaknya. Sebab itulah kita merasakan betapa jahatnya penterjemahan sekular kepada istilah “al-’Ilmaniyyah” dengan tujuan mengelabui mata dan betapa jahatnya golongan ini yang ingin menutup perbuatan mereka tanpa diketahui oleh kebanyakan orang. Bagi anak didik sistem sekular, mereka tidak segan silu menerima dan bermati-matian mendokongnya kerana mereka memang telah diprogramkan untuk menyebarkan fahaman sekularisme. Namun bagi ulama-ulama Islam yang faham hakikat sebenar makna Islam, mereka bermati-matian pula menentang penyebaran fahaman ini yang jelas bertentangan dengan hakikat Islam. Jadi sudah tentu berlaku satu pertembungan antara pendokong sekularisme dan ulama-ulama Islam dalam mempertahankan “hakikat” masing-masing.
    1.0 SEKULARISME ANTARA TIMUR DAN BARAT
    Sekularisme adalah suatu kepercayaan atau faham yang menganggap bahawa 
    urusan keagamaan atau ketuhanan atau gereja tidak harus dicampurkan
    dengan urusan negara, politik dan  ekonomi, Ringkasnya sekularisme adalah satu fahaman yang memisahkan antara urusan agama dan kehidupan dunia seperti politik,, ekonomi, pendidikan dan sebagainya. Yang jelas menurut fahaman sekular, soal bernegara, berpolitik, berekonomi dan sebagainya tidak ada kaitan dengan soal agama atau gereja.
    Apabila fahaman sekularisme ingin dipindakan dari barat ke timur, golongan ini tidak menyedari (secara sengaja atau tidak) suasana di timur yang berpegang kuat dengan 
    agama Islam. Sudah pasti ia tidak sekali-kali merelakan pemisahan agama (Islam) dari
    negara.
    Keadaan dalam Islam tidak sama dengan apa yang terjadi dalam Kristian di mana sepanjang sejarah Islam tidak ada penzaliman terhadap penganutnya. Begitu juga Islam tidak membenarkan pemisahan agama (Islam) dari negara kerana negara mengikuti fiqh Islam ialah sebahagian dari agama bukannya satu perkara yang berasingan. Dalam Islam, tidak mungkin tertegaknya agama (dengan sempurna) tanpa negara (yang boleh menguatkuasakan undang-undang agama) dan tidak mungkin tertegaknya negara (tanpa kacau bilau) jika tidak ada agama (yang boleh memandunya).
    Al-Syahid Hasan al-Banna dalam “Majmu’ah Rasa’il” menegaskan bahawa Islam merupakan sistem sempurna yang merangkumi urusan kehidupan manusia semuanya. Ia merangkumi negara, kerajaan, rakyat, akidah, syariat, akhlak, ekonomi, keadilan, undang-undang, ilmu, jihad, dakwah, tentera dan lain-lain. Pendek kata tidak ada perkara yang dibiarkan melainkan Islam merangkuminya. Al-Quran sendiri telah menggariskan beberapa dasar umum untuk umat Islam dalam memandu kehidupan mereka. Sebagai contoh dalam bidang akidah (lihat surah Al-Imran ayat 19), bidang ibadat (lihat surah Al-Baqarah ayat 43), bidang sosial (lihat surah Al-Baqarah ayat 188), bidang politik (lihat surah Saba’ ayat 15), bidang undang-undang perlembagaan (lihat surah Al-Nisa’ ayat 59) dan juga bidang-bidang yang lain.
    Islam tidak sekali-kali membenarkan penyebaran fahaman sekularisme di sampingnya dengan membahagikan tugas antara keduanya iaitu, Islam hanya berfungsi di dalam urusan akidah dan sekularisme pula berfungsi di dalam urusan syariat. Perkara ini tidak mungkin terjadi kerana Islam merupakan satu agama yang terkandung di dalamnya akidah dan syariat sekaligus dan ia tidak membenarkan pemisahan ini dilakukan seperti mana Islam tidak membenarkan tuhan-tuhan lain ditaati dalam bidang syariah seperti ditaatinya Allah dalam bidang akidah. Allah telah menegaskan dalam al-Quran bahawa agama yang diredhainya hanyalah Islam yang suci. FirmanNya yang bermaksud, “Sesungguhnya al-Din (agama) yang diterima di sisi Allah hanyalah Islam”, surah Al-Imran ayat 19.
    Jadi untuk menyamakan Islam dengan agama Kristian dan percubaan memasukkan fahaman sekular ke dalam Islam adalah satu kesilapan dan jenayah yang besar. Islam tidak seperti kristian kerana Islam datang dari Pencipta manusia iaitu Allah s.w.t, ia selamat dari cacat cela. Kristian pada asalnya agama tauhid tetapi telah diselewengkan oleh paderi-paderi untuk kepentingan mereka. Sekularisme bukan berasal dari Islam dan Islam berlepas tangan dari fahaman kufur ini dan tidak ada kena mengena dengannya. Sesiapa sahaja daripada umat Islam yang mengagungkan sekularisme iaitu dengan menganggap untuk maju tidak perlu beramal dengan Islam maka boleh membahayakan akidahnya.
    Sekularisme bukan hanya sekadar berpandangan “politik suku agama suku”tetapi dengan menyempitkan ruang lingkup agama, itu juga termasuk dalam sekularisme seperti beramal dengan Islam secara separuh. Apa yang memberi keuntungan dan kemudahan diterima pakai manakala yang mendatangkan kesusahan ditolak tepi. Sebab itulah perbuatan ini ditempelak oleh Allah melalui firmanNya surah al-Baqarah ayat 85, maksudnya : “adakah kamu percaya (beriman) kepada sebahagian kandungan Kitab (al-Quran) dan ingkar akan sebahagiannya? Sebaliknya Allah memerintahkan agar menerima Islam secara keseluruhannya melalui firmanNya surah al-Baqarah ayat 208 yang bermaksud, “wahai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam keseluruhannya”.
    2.0 CARA-CARA PENYEBARAN SEKULARISME
    Semenjak penjajah barat meletakkan kaki mereka ke bumi umat Islam, mereka berusaha sedaya upaya untuk menyebarkan fahaman sekularisme ini melalui pelbagai cara. Dengan keupayaan ilmu dan teknologi yang dimiliki serta pengalaman, mereka berjaya melaksanakannya. Cara-cara penyebaran fahaman sekularisme ini dilaksanakanan melalui bidang pendidikan, media massa dan undang-undang. Tujuannya hanyalah untuk menjauhkan umat Islam dari agamanya.
    2.1 PENYEBARAN SEKULARISME MELALUI PENDIDIKAN
    Antaranya ialah :
    1. Menyekat pengajian agama Islam secara material dan moral:-
    i. Sekatan secara material dilakukan dengan membuka pintu seluas mungkin kepada pengajian yang kosong dari ruh agama Islam (pengajian yang jauh dari penekanan agama). Pengajian sebegini akan dibantu dan dibangunkan serta diberi kemudahan dari segi material. Adapun pengajian agama Islam disempitkan bantuan kewangan ataupun tidak dibantu langsung. Sebarang bantuan lebih dicurahkan kepada pengajian sekularisme.
    ii. Sekatan secara moral ialah dengan memperlekehkan golongan penuntut agama dan tuan-tuan guru mereka. Membeza-bezakan antara guru-guru agama dan guru-guru subjek lain dalam setiap keadaan memang satu perkara yang disengajakan. Begitu juga membeza-bezakan antara lepasan bidang agama dan lepasan bidang-bidang lain. Dari segi jawatan pula, lepasan bidang agama tidak banyak mendapat peluang disamping ganjaran dan status yang dipandang rendah tetapi bagi lepasan bidang-bidang lain agak mudah mendapat peluang dengan habuan dan status yang lumayan. Mereka ini akan tenggelam dalam “ketidaksedaran” dan akan menyebabkan orang ramai tidak kira tua muda akan lari dari agama dengan terpahat satu sikap dalam minda mereka iaitu “jika kita memilih bidang agama ianya tidak akan ke mana dan tidak akan menjamin hidup”, maka dengan itu mereka lebih cenderung kepada pengajian bidang bukan agama.
    Bukanlah bermaksud di sini umat Islam tidak boleh mempelajari ilmu-ilmu selain dari ilmu Islam. Malah sebenarnya tidak ada istilah ilmu “bukan Islam“, seperti kedoktoran, kejuruteraan dan sebagainya. Ia juga merupakan ilmu Islam. Yang menjadi persoalannya ialah umat Islam telah diabaikan dari segi penekanan ilmu agama yang sepatutnya menjadi teras kepada mereka. Tidak salah seorang muslim itu menjadi doktor, tetapi biarlah dia menjadi doktor yang ada asas didikan Islam. Juga tidak salah seorang muslim itu menjadi jurutera, tetapi biarlah menjadi jurutera yang ada asas didikan Islam.
    2. Menghantar pelajar Islam ke negara-negara bukan Islam untuk belajar. Misi penghantaran ini akan membuahkan hasilnya yang memang dinanti-nantikan iaitu pelajar itu bertambah jahil dengan agama, nilai serta adat yang baik dan akan menyebabkan pelajar itu tertarik dengan budaya barat. Di samping itu, akan tertanam dalam diri pelajar itu tabiat (kelakuan) yang menyeleweng dari ajaran Islam. Dengan berlalunya masa, tabiat menyeleweng ini akan menjadi sebati dengan diri pelajar itu dan dia akan mempraktikkannya dalam kehidupannya sehinggakan dalam bab makan minum, pakaian, cara pergaulan dan lain-lain tabiat yang buruk. Dia akan menjadi lebih barat daripada orang-orang barat sendiri.
    3. Melonggarkan sukatan pengajian agama atas nama kemajuan akademik. Residen Britain di Mesir Lord Krumer semasa penjajahan Britain ke atas Mesir telah melaung-laungkan slogan pembaharuan dalam Universiti al-Azhar dengan memasukkan subjek sivil dalam sukatan pengajiannya. Percampuran ini menyebabkan pelajar lemah dalam menguasai ilmu agama. Beberapa sukatan pelajaran juga telah dibuang atau dikurangkan seperti subjek yang berkaitan jihad menyebabkan ruh jihad telah hilang dalam diri pelajar Islam. Pelonggaran sukatan pengajian agama berlaku di seluruh negara Islam dengan tujuan untuk melemahkan pelajar-pelajar Islam.
    4. Bercambahnya institusi pengajian asing di negara Islam bagai cendawan tumbuh selepas hujan. Tujuannya ialah untuk mengeluarkan umat Islam dari agama mereka atau sekurang-kurangnya menyelewengkan akidah mereka. Paling kurang kesannya ialah menghina bahasa Arab (bahasa umat Islam) dan mengagungkan bahasa asing. Penghinaan bahasa arab sebenarnya menghinakan agama Islam itu sendiri. Ini berlaku di negara-negara Arab.
    5. Paling bahaya cara yang digunakan ialah percampuran lelaki dan perempuan ketika pengajian. Mereka (golongan sekular) memulakannya di negara-negara Islam dengan mendakwa ianya kemajuan dan kemodenan tetapi ia sebenarnya menyalakan lagi obor nafsu manusia. Mereka juga mendakwa percampuran itu dapat mematangkan pemikiran tetapi mereka telah tersilap kerana ia antara punca tercetusnya masalah sosial yang kronik akibat percampuran yang tidak dikawal. Ilmu sains membuktikan percampuran sebegini akan membawa kepada 2 keadaan :
    i. Samada ia akan membekukan nafsu seks antara 2 jantina, dengan erti kata lain, lelaki tidak lagi bernafsu kepada wanita secara tabii tetapi lebih bernafsu kepada kaum sejenis (satu perbuatan yang dikutuk oleh Allah s.w.t). Penyakit ini semakin menular di negara-negara barat dan juga Amerika Syarikat.
    ii. Ataupun ia akan meransangkan lagi api nafsu. Satu eksperimen telah dijalankan dengan meletakkan anak kucing dan anak tikus yang masih kecil dalam satu sangkar. Kedua-duanya makan dan minum dari satu bekas yang sama sehinggalah sampai masa “keinginan”, anak kucing itu telah membunuh anak tikus dan memakannnya walapun kedua-duanya hidup dalam satu sangkar serta makan dan minum dari bekas yang sama. Anak kucing itu tidak lagi menaruh sifat kasihan walaupun agak lama “berdamping” dengan anak tikus itu. Begitulah diibaratkan dengan percampuran pelajar dengan sebebas-bebasnya tanpa kawalan, lama kelamaan akan membawa ke arah masalah sosial. Realiti yang berlaku di negara-negara Islam adalah bukti yang nyata betapa teruknya masalah sosial yang berlaku.
    2.2 PENYEBARAN SEKULARISME MELALUI MEDIA MASSA
    Jikalau sekularisasi dalam pengajian hanya melibatkan ribuan pelajar, tetapi sekularisasi dalam media massa meliputi jutaan orang yang menonton, mendengar dan membacanya melalui program-program yang disediakan. Setiap perkataan atau tulisan yang baik akan menghasilkan natijah yang baik dengan izin Allah. Manakala perkataan atau tulisan yang jahat pula akan menghasilkan natijah yang jahat juga. Oleh itu media massa boleh berperanan untuk mengangkat martabat, peribadi, maruah dan minda seseorang atau ia juga boleh berperanan untuk menjatuhkan martabat, peribadi, maruah dan minda seseorang.
    Realiti yang dapat dilihat melalui televisyen, radio, wayang gambar, teater, akhbar, majalah dan lain-lain media massa tidak banyak yang membantu perkembangan nilai-nilai murni. Ia juga tidak membantu perkembangan minda dan pengamalan dengan akhlak Islam. Jikalau adapun, ia hanya seperti tangkap muat dan pemanis mulut, tidak lebih dari itu. Rancangan-rancangan televisyen yang menyiarkan gambar separuh bogel atau “tidak sempat memakai baju dan seluar” banyak disiarkan untuk meruntuhkan akhlak umat Islam terutamanya golongan muda mudi. Sepatutnya media massa itu menjadi “mimbar dakwah” yang menyeru kepada kebaikan dan menyampaikan kebenaran, bukannya suara maksiat, medan fitnah dan kilang kerosakan sosial masyarakat. Itulah kerja sekularisme yang berusaha menjauhkan umat Islam dari agamanya.
    2.3 PENYEBARAN SEKULARISME MELALUI UNDANG-UNDANG
    Golongan sekular berusaha bersungguh-sungguh untuk menjauhkan Islam dari “kuasa” pemerintahan. Mereka akan memastikan agar undang-undang Islam tidak dirujuk walau dalam apahal sekalipun sehinggakan Islam kelihatan tinggal rangkanya sahaja. Ia terjadi di kebanyakan negara Islam. Di Turki contohnya, untuk menjauhkan manusia dari Islam, mereka berusaha mensekularkan undang-undang sedikit demi sedikit hingga akhirnya undang-undang Turki menjadi sekular dan terlerainya undang-undang khilafah Islam. Di Mesir “pengsekularan” undang-undang dilakukan ketika penjajahan Inggeris dengan mewajibkan merujuk kepada undang-undang barat secara umumnya dan undang-undang Perancis secara khususnya.
    Undang-undang Islam yang tinggal hanyalah berkaitan nikah kahwin (Ahwal Syakhsiah) atau yang berkait dengan adat kerana ia tidak menggugat kedudukan penjajah. Umat Islam boleh mengamalkan undang-undang ini di kalangan mereka tetapi untuk mengamalkan undang-undang yang bersangkut paut dengan pemerintahan negara, jenayah dan lain-lain tidak diizinkan oleh penjajah. Ini adalah perancangan jahat golongan sekular. Mana-mana negara Islam yang ingin melaksanakan undang-undang Islam secara menyeluruh pasti akan menerima tekanan hebat dari pihak barat atau dari golongan sekular dalam negara itu sendiri.
    Ini adalah sebahagian perancangan yang dilakukan oleh golongan sekular untuk memesongkan umat Islam dari beramal dengan agamanya mengikut jalan yang betul. Sesiapa yang hatinya kosong dari ruh agama pasti menganggap sekular itu adalah kemajuan dan kemodenan tetapi dia tidak sedar bahawa ketika dia menerima dan mendokong sekularisme, dia telah merenggangkan ikatan tali dirinya dengan Islam yang dianutinya. Umat Islam perlulah sedar perancangan-perancangan golongan sekular ini agar mereka tidak terjatuh ke dalam perangkap yang akan merugikan mereka di dunia dan akhirat.
    Islam dan sekularisme tidak akan dapat disatu dan disebatikan kerana kedua-duanya adalah berbeza. Al-Marhum Syeikh Mutawalli Sya’rawi sebelum menghembuskan nafasnya yang terakhir sempat berkata : “sedarlah bahawa tidak akan berlaku pertembungan antara hak dengan hak tetapi pertembungan hanya berlaku antara hak dan yang batil”. Maka umat islam perlulah mengikut yang hak (kebenaran) dengan menurut segala perintah Allah s.w.t dan meninggalkan segala laranganNya. Untuk mengetahui yang hak dan yang batil menurut pandangan syarak, maka tugas itu biarlah dilakukan oleh ulama-ulama yang pakar lagi ikhlas. Tidak ada jalan selamat di akhirat melainkan menerima seratus peratus ajaran Islam yang sebenarnya mengikut al-Quran dan Sunnah Rasulullah s.a.w.
    artikel ini dipetik dan diubah suai dari buku “Mauqif al-Islam Min al-Tayyarat Wa al-Mazahib al-Mu’asharah” karangan Prof. Dr. Taha Abd al-Salam Khudhair dan Prof. Dr. Hasan Muharram al-Sayyid al-Huwaini, pensyarah jabatan akidah dan falsafah, kuliah Usuluddin Universiti al-Azhar Mesir)
    *Dipetik dari :  http://tranung3.tripod.com/sisipan/dakwah14.htm dengan tajuk asal:”Sekular itu apa…Perancangannya” dengan sedikit pindaan.
    "Ajaklah ke jalan Tuhanmu dengan kebijaksanaan dan contoh pengajaran yang baik dan berdailoglah dengan mereka dengan cara yang lebih baik" Surah Al-Nahl : Ayat 125
    ”Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah nescaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.”Surah Muhammad : Ayat 7
    Dunia ini penuh dengan KONSPIRASI JAHAT."Mereka membuat tipu daya, dan Allah
    membalas tipu daya mereka itu, dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya." 
    Surah Aali Imran : Ayat 54
    €œ"Allah tidak menurunkan ke muka bumi, sejak penciptaan Adam as hingga hari Kiamat,
    fitnah yang lebih besar dari fitnah Dajjal."€ (Hadith Riwayat Thabrani , 1672)
    Sabda Nabi Muhammad s.a.w yang bermaksud,".......Dan apabila pemimpin-pemimpin
    mereka tidak melaksanakan hukum Allah yang terkandung dalam al-Quran dan tidak mau 
    menjadikannya sebagai pilihan, maka Allah akan menjadikan peperangan di kalangan mereka sendiri “. Hadith Riwayat Ibnu Majah
     "Itulah hukum-hukum Allah, Maka janganlah kamu melanggarnya. Barangsiapa yang
    melanggar hukum-hukum Allah, mereka itulah orang-orang yang zalim." (Surah Al Baqarah : Ayat 229)
    “…….Dan janganlah kamu menukar ayat-ayat-Ku dengan harga yang sedikit. Barangsiapa yang tidak menghukum menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang 
    yang kafir.” Surah Al Ma’idah : 44
    “……Barangsiapa tidak menghukum perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim.”Surah Al Ma’idah : 45
     “……Barangsiapa tidak menghukum perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang fasik”Surah Al Ma’idah : 47
     Nabi s.a.w. bersabda: “Jangan demikian, demi Allah, nescayalah engkau semua itu
    wajib memerintahkan kebaikan, melarang dari kemungkaran, mengambil tangan orang yang zalim (yakni menghentikan kezalimannya) serta mengembalikannya atas kebenaran yang sesungguhnya, juga membasmi tindakannya kepada yang hak saja dengan pembatasan yang sesungguh-sungguhnya. Atau jikalau semua itu tidak dilakukan, maka nescayalah Allah akan memukulkan (membencikan) hati setengahmu terhadap setengahnya kemudian melaknati (mengutuk) engkau semua sebagaimana Dia mengutuk mereka (Bani Israil).” Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Tirmidzi dan ia mengatakan bahawa ini adalah Hadis hasan. Ini adalah menurut lafaznya Imam ‘Abu Dawud.
     Saidina Abu Bakar berkhutbah ketika mula dilantik menjadi khalifah, yang antaranya
    bermaksud ".....Maka jika aku istiqomah di atas KEBENARAN, tolong ikuti aku, tetapi jika aku keliru maka luruskan diriku......" (Tartib wa Tahdzhib kitab Al Bidayah Wan Nihayah - Imam Ibnu Katsir) 
    Categories
    Sistem Kapitalisme Di Eropah
    Pendahuluan :
    o    Ekonomi kapitalisme merupakan satu sistem ekonomi yang berasaskan kepada 
    ekonomi bebas. Ini bermakna setiap individu atau Badan syarikat yang
    memiliki harta atau modal bebas menjalankan kegiatan usaha untuk memperolah 
    keuntungan yang maksimal. 
    ekonomi atau perdagangan.
    Konsep : atau Ciri-ciri
    o    Pengumpulan modal
    o    Kebebasan ekonomi
    o    Hak milik perseorangan
    o    Kebebasan pasaran dan perniagaan
    o    Menggalakkan penambahan kekayaan dan pelaburan
    o    Kaum buruh dibayar upah
    o    Melibatkan sistem pengeluaran, pengedaran dan pertukaran secara besar-besaran.
    o    Tujuan untuk mendapatkan keuntungan
    Ciri-ciri :
    o    Wujud aktiviti perdagangan dan perniagaan
    o    Pembayaran gaji untuk pekerja oleh majikan
    o    Sistem ekonomi dikuasai oleh golongan yang mempunyai modal besar.
    o    Untuk kepentingan sendiri
    o    Ekonomi dagangan bebas
    o    Mengutamakan harta persendirian
    Sebab-sebab Perkembangan Sistem Kapitalisme :
    Penubuhan Negara-negara Bangsa.
    o    Pesat pada abad ke-16 dan ke-17
    o    Raja menggalakkan perkembangan kapitalisme
    o    Mengamalkan dasar ekonomi merkantilisme
    o    Negara bangsa berlumba-lumba untuk mengumpulkan kekayaan
    o    Pelayaran, penerokaan dan penjelajahan ke kawasan baru digalakkan seperti Sebastian Cabot dan Francis Drake
    o    Kerajaan Negara bangsa mewujudkan sektor pertanian dan perindustrian yang berkesan.
    o    Duti import yang tinggi dikenakan.
    o    Memastikan perdagangan memihak kepada Negara bangsa bagi memenuhi objektif dasar ekonomi merkantilisme.
    Gerakan Renaissance dan Reformation :
    o    Gerakan Renaissance disusuli oleh gerakan reformation
    o    Pertumbuhan sistem ekonomi kapitalisme
    o    Peranan agama dalam sector ekonomi lemah mengikuti perkembangan idea-idea dan aliran pemikiran humanisme, rasionalisme dan sekularisme.
    o    Tumpuan masyarakat terhadap kebebasan dan kekayaan kebendaan
    o    Masyarakt di bandar-bandar perdagangan giat dalam bidang pinjaman, pelaburan dan pertukaran wang
    o    Menggalakkan sistem ekonomi kapitalisme dan merkantilisme.
    Dasar Ekonomi Merkantilisme :
    o    Abad ke-16 dan ke-17 – revolusi perdangangan
    o    Dasar merkantilisme – system yang menekankan kekayaan, kekuasan dan kebajikan
    o    Pertambahan kekayaan dalam Negara
    o    Sector pertanian dan perindustrian maju
    o    Pasaran luar yang luas
    o    Akta Perintis dan Akta Perkapalan diperkenalkan untuk melindungi pelabur dan pedagang tempatan.
    Dasar kolonialisme :
    o    Penguasaan koloni – kunci kekayaan
    o    Dasar kolonialisme – didorong oleh dasar merkantilisme
    o    Dasarr kolonialisme ke atas kawasan di Timur dan Amerika Latin
    o    Bahan mentah dan pasaran terjamin.
    Aliran agama Calvanisme :
    o    Aliran ini muncul di negara-negara Protestan.
    o    Dibawa oleh John Calvin
    o    Fahaman Calvanisme menghalalkan amalan riba.
    Revolusi Pertanian :
    o    Bermulanya sistem pemagaran
    o    Tanah berpagar menggantikan tanah lapang
    o    Pengenalan tanaman baru
    o    Ciptaan jentera baru
    o    Teknik penanaman baru
    Revolusi Perindustrian :
    o    Abad ke-18
    o    Penggunaan kaedah moden
    o    Ciptaan mesin pemintal
    o    1795, Edmund Cartwright mencipta mesin tenun yang menggunakan kuasa air.
    o    Wap digunakan dalam industri untuk mengendalikan jentera
    o    Peleburan besi
    o    Penghasilan keluli
    o    Pengeksportan barangan ke luar Negara
    o    Kemunculan golongan kelas pertengahan dan proletariat
    Sistem Pengangkutan Dan Perhubungan :
    o Pembinaan jalan raya dan terusan memudahkan pengangkutan barangan industri.
    o    John Macadam memperkenalkan pembinaan jalan raya dengan menggunakan batu dan minyak 
    o  James Bridley membina
    terusan pertama – Terusan Worsley untuk mengangkut arang batu ke bandar perusahaan Manchester.
    Penghijrahan :
    o    Perkembangan dalam sistem pengangkutan menggalakkan penghijrahan penduduk dari kawasan luar bandar ke bandar.
    o    Penghijrahan juga terdapat di Asia, India Barat, Australia dan New Zealand.
    o    Kemasukan buruh
    o    Semua ini membawa kepada kepesatan system kapitalisme di England
    Kemunculan Institusi Kewangan :
    o Amalan riba diterima oleh masyarakat Eropah
    o    Pertumbuhan industri bank – kemudahan pinjaman dan kredit membawa keuntungan
    o    Lahirnya golongan kapitalis – pemilik ladang, tuan tanah dan pengusaha lombong.
    o  Menggalakkan pelaburan modal dan perniagaan